TribunKaltim/

Parenting

Ayah dan Ibu, Wariskanlah Nilai-nilai Kebaikan Ini kepada Anak-anak Kita

Meski begitu, menurut Paulus, setidaknya ada dua nilai dasar yang perlu ditanamkan pada anak, yakni yang berhubungan dengan spiritual dan fisik.

Ayah dan Ibu, Wariskanlah Nilai-nilai Kebaikan Ini kepada Anak-anak Kita
thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang kehidupan.

Di dalam keluarga pula kita belajar tentang nilai-nilai kehidupan, norma, sikap, dan perilaku yang baik.

Menurut sosiolog Paulus Wirutomo M.Sc, nilai-nilai yang harus diwariskan orangtua bagi keturunannya tentu berbeda pada setiap orang.

"Ada yang mementingkan sikap takwa, ada yang kerja keras, ada juga yang pentingnya belajar. Sulit untuk mengatakan yang paling penting yang mana," ujarnya yang ditemui di sela acara perayaan 95 Tahun Frisian Flag di Indonesia (1/8/2017).

Meski begitu, menurut Paulus, setidaknya ada dua nilai dasar yang perlu ditanamkan pada anak, yakni yang berhubungan dengan spiritual dan fisik.

Baca: Begini Jadinya Kalau Despacito Dibawain Musisi Metal, Tambah Ngehits Nggak?

"Spiritual tidak selalu berhubungan dengan agama, bisa juga soal etos kerja keras. Sedangkan  nilai fisik merupakan prinsip-prinsip untuk menjaga kesehatan," kata guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.

Ia menguraikan bahwa pesan kehidupan di dalam keluarga pasti akan diuji oleh pengaruh-pengaruh lain dalam perkembangan zaman, misalnya internet.

"Setiap generasi punya tantangan berbeda. Tantangan orangtua zaman sekarang lebih berat dengan adanya gadget karena langsung menusuk pada prinsip-prinsip hidup," ujarnya.

Pesan kearifan keluarga yang mengandung nilai-nilai kebaikan, menurutnya, akan selalu menjadi bahan pertimbangan penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup dan pegangan untuk berperilaku dalam masyarakat.

"Keluarga zaman sekarang, bukan hanya anak-anaknya, tapi orangtua juga dipengaruhi oleh kehadiran gadget. Ini ibarat pisau bermata dua, kalau salah menghadapinya bisa negatif," katanya.

Baca: Di Indonesia jadi Polemik, tapi Sejak 1980-an di Malaysia Sudah Pakai Dana Haji untuk Infrastruktur

Untuk menanamkan nilai dan kearifan hidup, orangtua perlu memberikan contoh lewat perilaku yang konsisten. "Tidak perlu diucapkan lewat kata-kata pun akan meniru tindakan yang konsisten," ujarnya.

Keluarga juga perlu membangun tradisi, misalnya membuat acara khusus di akhir pekan agar orangtua semakin dekat dengan anak. (Kompas.com/Lusia Kus Anna)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help