TribunKaltim/

Dua Speedboat Beriringan ke Tarakan Angkut 42 Calon Haji

Kita siapkan dua speedboat. Jadi, satu kita gunakan untuk mengangkut penumpang. Satu lagi kita gunakan untuk mengangkut barang.

Dua Speedboat Beriringan ke Tarakan Angkut 42 Calon Haji
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Seorang jemaah­ haji yang diberangka­tkan melambaikan tang­an ke arah kerumunan ­pengantar, Sabtu (20/­8/2016) di Masjid Ist­iqamah Tanjung Selor,­ Bulungan, Kalimantan­ Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Sesuai kuota calon haji (Calhaj) Malinau berjumlah 52 orang termasuk 1 pendamping, hanya 42 Calhaj saja yang berangkat dari Malinau, pada Kamis (10/8), pukul 09.15. Mereka menggunakan speedboat melalui Pelabuhan Malinau.

Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Malinau, H Ishak mengungkapkan, kurangnya calhaj yang berangkat dari Malinau karena ada Calhaj yang berdomisili di Kabupaten Bulungan. Sehingga mereka langsung menyeberang menggunakan transportasi sungai atau udara menuju Kota Tarakan.

"Berarti dari 52 orang, sisa 42 orang berangkat dari Malinau. Ada 10 orang yang berangkat sendiri dari tempat tinggalnya karena mereka berdomisili di luar Malinau. Jadi, nanti seluruh rombongan calhaj yang berada di luar Malinau itu akan bertemu dan berkumpul di Kota Tarakan. Hari ini (Kamis, 10/8) mereka semua akan berkumpul bersama," ujarnya.

Keberangkatan seluruh calhaj ini, jelas H Ishak, bersamaan dengan calhaj dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kaltara. Semua akan berangkat pada Jumat (11/8), pukul 09.00 ke Jakarta dan selanjutnya akan berangkat langsung ke Jeddah. Calhaj Provinsi Kaltara termasuk dalam gelombang ke-dua.

"Calhaj Malinau akan menginap semalam dulu di Tarakan. Besoknya (Hari ini), baru mereka dan seluruh calhaj Kaltara bersama-sama berangkat dalam gelombang ke-dua keberangkatan haji Indonesia. Meskipun tidak bersama-sama berangkat dari Malinau, tidak menimbulkan masalah berarti. Toh nantinya seluruh calhaj Malinau bertemu di Tarakan," jelasnya.

Calhaj Malinau ke Tarakan sehari sebelum keberangkatan ke Jeddah, karena tiket penerbangan siang Tarakan-Jakarta sudah tidak ada lagi. Sehingga, melihat mepetnya waktu keberangkat dari Tarakan-Jakarta membuat seluruh calhaj Malinau harus menginap sehari di Tarakan.

"Sudah sebulan sebelum keberangkatan kita memesan tiket pesawat. Tapi, penerbangan Jumat (11/8), siang sudah tidak ada lagi. Mengingat penerbangan calhaj Malinau pagi hari, maka seluruh calhaj harus menginap semalam di Tarakan. Kalau kita dapat penerbangan Jumat (11/8) siang, maka kita bisa berangkatkan Calhaj ke Tarakan hari Jumat itu juga," tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Malinau, H Kamran Daik mengungkapkan, 42 Calhaj Malinau diberangkatkan menggunakan dua speedboat berkapasitas 40 dan 30 penumpang. Sesuai dengan jumlah Calhaj Malinau yang berangkat dari Malinau, ungkap H Kamran, satu buah speedboat kapasitas 40 penumpang cukup mengangkut calhaj Malinau.

"Tapi, kita siapkan dua speedboat. Jadi, satu kita gunakan untuk mengangkut penumpang. Satu lagi kita gunakan untuk mengangkut barang. Satu speedboat itu berkapasitas 40 penumpang, itu khusus untuk calhaj. Kita menyiapkan satu lagi untuk mengangkut barang," tuturnya.

"Jadi, Calhaj Malinau tidak bercampur dengan barang bawaan. Dua speedboat itu akan beriringan sampai di Tarakan. Seluruh Calhaj pun kita wajibkan menggunakan pelampung sejak awal keberangkatan," lanjutnya. (*)

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help