TribunKaltim/

Lulus Ujicoba, Kereta Tua Peninggalan Belanda akan Dijadikan KA Wisata

Setelah mengalami perbaikan pada 2008, kereta ini kembali dimodifikasi di Balai Yasa Manggarai.

Lulus Ujicoba, Kereta Tua Peninggalan Belanda akan Dijadikan KA Wisata
KOMPAS.COM/LISA VIRANDA
Setelah mengalami proses renovasi selama kurang lebih satu tahun, kereta Joko Kendil telah mengalami proses uji coba yang dilaksanakan pada pertengahan Juli 2017. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Joko Kendil, begitulah nama kereta tua peninggalan kolonial Belanda ini.

Setelah mengalami perbaikan pada 2008, kereta ini kembali dimodifikasi di Balai Yasa Manggarai.

"Rencananya kami akan membawa kereta ini ke Solo untuk menambah jajaran kereta tua di sana. Di samping itu, kereta Joko Kendil ini juga akan dijadikan KA Wisata bagi masyarakat setempat," ujar Direktur PT KAI, Edi Sukmoro, di Balai Yasa Manggarai, pada Selasa (15/08/2017).

Baca: Wah Eksklusif Banget Nih, Serasa Tamu Negara Naik Kereta Ini, Tut. . . tut. . . tut!

Setelah mengalami proses renovasi selama kurang lebih satu tahun, kereta Joko Kendil telah mengalami proses uji coba yang dilaksanakan pada pertengahan Juli 2017.

Bernomor seri IW 38221 dan IW 38212, kereta ini diuji coba di lintas timur Daop 1 Jakarta dengan rute pulang-pergi Manggarai - Cikampek. 

Ketika memasuki kereta, Anda akan disambut oleh delapan buah kursi berwarna hitam yang menghadap pada satu buah televisi.
Ketika memasuki kereta, Anda akan disambut oleh delapan buah kursi berwarna hitam yang menghadap pada satu buah televisi. (KOMPAS.COM/LISA VIRANDA)

Uji coba dilakukan untuk mengukur performa kereta yang meliputi suhu pendingin udara,  lampu penerangan, kelistrikan, hingga getaran saat kereta berjalan.

Kini pihak PT KAI sedang menunggu sertifikasi dari Menhub untuk pengoperasian Joko Kendil di Solo.

Baca: Emak-emak yang Menunggangi Motor Trail Itu Ternyata Menteri Susi, Lihat Aksi Gilanya!

Sebelumnya, kereta Joko Kendil sempat direncanakan untuk menjadi KA wisata dengan lokomotif CC20015 milik dipo Cirebon sebagai penghela.

Namun karena kerusakan pada lokomotif tersebut, akhirnya Joko Kendil hanya disimpan di Balai Yasa Manggarai hingga akhirnya timbul rencana untuk dipindahkan ke Solo.

Pada tahun 1938, kereta dengan kombinasi warna hijau dan kuning pada bagian badannya ini dipesan oleh Dutch Indies State Railway dari pabrikan Belanda.

Pintu berikutnya akan mengantar Anda pada sebuah ruangan rapat yang mana terdapat sebuah meja besar. Meja tersebut dikelilingi oleh beberapa kursi dan difasilitasi sebuah televisi.
Pintu berikutnya akan mengantar Anda pada sebuah ruangan rapat yang mana terdapat sebuah meja besar. Meja tersebut dikelilingi oleh beberapa kursi dan difasilitasi sebuah televisi. (KOMPAS.COM/LISA VIRANDA)

Ketika memasuki kereta, Anda akan disambut oleh delapan buah kursi berwarna hitam yang menghadap pada satu buah televisi.

Pada bagian sisi kanan dan kiri dinding terdapat pajangan foto kereta Joko Kendil dari masa ke masa.

Kemudian pintu berikutnya akan mengantar Anda pada sebuah ruangan rapat yang mana terdapat sebuah meja besar.

Meja tersebut dikelilingi oleh beberapa kursi dan difasilitasi sebuah televisi.

Kereta yang sebagian besar interiornya dilapisi oleh kayu ini juga dilengkapi dengan beberapa kamar dan toilet. (Kompas.com/Lisa Viranda)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help