TribunKaltim/

Mendebarkan, Penyelamatan Penderita Stroke dari Kebakaran

Dari seluruh kos-kosan, pintu ke lima hanya terdampak panas api saja. Tidak sampai menghanguskan seluruh bagian ruangan.

Mendebarkan, Penyelamatan Penderita Stroke dari Kebakaran
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
KOS-KOSAN TERBAKAR - Rumah kos-kosan lima pintu milik pasangan Nurdianto dan Sumarli yang hangus terbakar. Mereka pun terpaksa dibawa ke RS Medika Sangatta (SOHC) karena menderita luka bakar serius 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kebakaran kembali terjadi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (23/8) sekitar pukul 16.00 sore.

Satu rumah dua lantai yang menjadi kos-kosan lima pintu, di Jalan Karya Etam, Gg Merdeka RT 52, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, ludes dilalap si jago merah. Pemilik rumah, pasangan Nurdianto (55) dan Sumarli (50), menderita luka bakar akibat peristiwa tersebut.

Nurdianto yang menderita stroke dan tak bisa bergerak mengalami luka bakar di bagian punggung. Sementara Sumarli menderita luka bakar di bagian kaki.

Mereka tak bisa cepat menyelamatkan diri dari kobaran api karena Sumarli tak cukup kuat mengeluarkan suaminya yang tak bisa bergerak. Beruntung ada salah satu penghuni kos, Hamdani yang mendengar teriakan Sumarli dan langsung menolong keduanya keluar dari rumah.

“Saya sedang tidur saat kejadian. Tiba-tiba terbangun karena mendengar teriakan minta tolong dari istri pemilik kos. Saat saya keluar kamar, tiba-tiba sudah ada asap. Saya masuk ke dalam rumah pemilik kos dan melihat si bapak (Nurdianto) duduk di samping kasur yang sudah terbakar. Baju di bagian punggung juga sudah terbakar. Api saat itu sudah sampai ke plafon,” ungkap Hamdani.

Melihat kondisi tersebut, ia pun buru-buru memaadamkan api yang membakar pakaian Nurdianto di bagian punggung, kemudian langsung tariknya keluar kamar hingga ke teras rumah.

“Mau saya bopong tidak kuat. Jadi saya tarik saja. Sampai di teras rumah, ada warga lain ikut membantu dan membawa Pak Nur sampai ke tepi jalan. Baru saya masuk lagi ke kamar mengeluarkan barang-barang saya dan memindahkan mobil saya yang parkir di samping rumah,” beber Hamdani.

Bagian punggung hingga lengan Nurdianto terlihat mengelupas akibat terkena api. Sedangkan Sumarli, menderita luka melepuh di bagian kaki. Sampai di luar rumah, keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan pihak medis.  

Informasi dari beberapa warga di sekitar lokasi kejadian, api diketahui bermula dari ruang dapur pemilik kos-kosan di lantai dasar. Kemudian menjalar hingga ke bangunan bagian atas dan kos-kosan lainnya yang berjumlah empat pintu.

Dari seluruh kos-kosan, pintu ke lima hanya terdampak panas api saja. Tidak sampai menghanguskan seluruh bagian ruangan. 

“Pokoknya dari ruang bawah yang ditempati pemilik kos. Nggak tahu apakah dari kompor atau dari mana. Cuma kita tahu dari situ saja awalnya,” ujar Andi.

Api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke rumah tetangga setelah tujuh unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Kutim datang menjinakkan api.

Terpisah, Kapolres Kutai Timur, AKBP Rino Eko didampingi Kasatreskrim AKP Andika Dharma Sena mengatakan pihaknya sudah melakukan tindakan kepolisian atas peristiwa kebakaran tersebut.

Seperti memasang garis polisi dan meminta keterangan para saksi. “Untuk olah TKP akan segera dilakukan setelah proses pendinginan dilakukan. Untuk kerugian belum diketahui besarannya,” ujar Andika. (*)


Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help