TribunKaltim/

2 Kuda Jokowi Seharga Rp Rp 170 Juta Dilaporkan ke KPK

dua ekor kuda tersebut bukan benda mati, terlebih tidak bisa disimpan ataupun dilelang, pihaknya berencana menjadikan kuda tersebut

2 Kuda Jokowi Seharga Rp Rp 170 Juta Dilaporkan ke KPK
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kuda jenis Sandalwood pemberian warga Sumba Barat Daya, NTT, kepada Presiden Joko Widodo, dirawat di Istana Kepresidenan Bogor. Kuda tersebut telah dilaporkan Jokowi ke Direktorat Gratifikasi KPK. 

TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Gratifikasi KPK, ‎Giri Supriardiono membenarkan Presiden Joko Widodo menyerahkan dua ekor kuda yang diberikan oleh masyarakat di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua ekor kuda jenis sandalwood ini ditaksir nilainya mencapai Rp170 juta dan sudah dilaporkan ke KPK pada 22 Agustus 2017. Pihak istana menerima kuda itu pada 25 Juli 2017.

Baca: Guru Wanita 32 Tahun Kedapatan Berhubungan Seks dengan Murid Usia 12 tahun

Menurut Giri, dua kuda itu dilaporkan ke KPK karena‎ Jokowi tidak enak mengembalikan ke masyarakat yang memberinya, sehingga memilih dilaporkan kepada KPK.

"Bapak Presiden Jokowi melaporkan dua buah kuda dari Nusa Tenggara nilainya Rp170 juta diberikan oleh masyarakat yang sana," ucap Giri, Kamis (31/8/2017).

Baca: Marak Dicuri, Ternyata Segini Harga Spion Mobil Mewah Toyota Alphard

Giri melanjutkan karena dua ekor kuda tersebut bukan benda mati, terlebih tidak bisa disimpan ataupun dilelang, pihaknya berencana menjadikan kuda tersebut sebagai milik negara.

Sehingga saat ini ‎pihaknya masih menunggu tanda tangan pimpinan KPK untuk menunggu keputusan apakah kuda asli Sumbawa itu bisa menjadi milik negara.

Baca: Ini Harga Mitsubishi Xpander Bila jadi Mobil Bekas

Selain itu, Giri juga masih memikirkan dua kuda tersebut akan ditempatkan di mana karena membutuhkan biaya pemeliharaan dan perlu tempat luas untuk menaruhnya. Sementara ini, kuda yang berusia tujuh tahun itu masih berada di Istana Bogor.

Baca: Curhatan Ashanty Setelah Video Porno Keponakannya Beredar Ya Allah Semoga Kami Mampu Menghadapinya

Terakhir, Giri menambahkan ‎penyerahan kuda oleh Jokowi, yang dikhawatirkan sebagai bentuk gratifikasi, menjadi contoh pihaknya dalam mengelola benda-benda yang tergolong gratifikasi. Dimana sebelum menyimpan benda-benda gratifikasi, pihaknya perlu melakukan verifikasi lebih dulu.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help