Edisi Cetak Tribun Kaltim
Warga Merasa Banjir Makin Parah
Akibat banjir, tabung gasnya nyaris terendam air. Peristiwa hujan besar terjadi pada pagi hari. Biasanya saat pagi hingga siang hari banyak konsumen y
Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Balikpapan membawa derita bagi warga yang tinggal di daerah langganan banjir.
Satu di antaranya Prihati, warga Sumber Rejo Dua, Balikpapan Tengah yang rumahnya digenangi banjir.
Ibu tiga anak ini menderita akibat banjir. Jualan gasnya ditutup, padahal ini sumber ekonomi utamanya. Prih, yang waktu itu berada di rumah kaget ketika air masuk dari celah-celah saluran air, masuk ke rumah.
Baca: Tak Sempat Nonton Episode Terakhir Mata Najwa? Cek Disini, Nana Sampai Terbata-bata
"Saya bilang sama anak-anak. Banjir, banjir. Langsung semua jaga diri. Buat sumpelan supaya air tidak banyak yang masuk ke rumah," ungkapnya.
Akibat banjir, tabung gasnya nyaris terendam air. Peristiwa hujan besar terjadi pada pagi hari. Biasanya saat pagi hingga siang hari banyak konsumen yang mencari gas.
Saat banjir konsumen sepi, tidak banyak yang mencari gas.
"Jelas-jelas rugi. Untung saja hujan derasnya tidak sampai malam hari, hanya menjelang siang sudah tidak deras. Rugi tidak bisa jualan," tuturnya.
Dia berharap, pemerintah kota mampu menata kota secara baik. Yang menjadi pertanyaan, kenapa kondisi tersebut semakin parah, banjir semakin cepat dan tinggi. Begitu hujan turun, langsung banjir.
"Zaman dahulu tidak sampai parah sekarang kenapa begitu besar," ujarnya.
Senada dengan Ahmad Hariyadi, warga Karang Jati yang merasakan banjir yang semakin parah.
"Kami tidak mungkin pindah tempat. Kami hanya berharap supaya pemerintah menata kota secara baik. Buat saluran air yang besar, jangan berikan peluang kepada orang-orang yang membuka lahan untuk bangunan," ujarnya.
Mengenai penuntasan banjir dan tanah longsor, Aco Wahyudi Effendi, Ahli Teknik Sipil Universitas Tri Dharma Balikpapan, mengatakan, pembenahan atau rehabilitasi pemukiman di perbukitan padat penduduk bisa dilakukan dengan kajian keilmuan teknik sipil.
Baca: Jadi Tuan Rumah, Malaysia Juara Umum Sea Games 2017, Beginilah Daftar Kontoversi atas Kemenangannya
Dia juga telah mengetahui beberapa daerah pemukiman warga di titik rawan longsor. Kondisinya sangat memprihatinkan dan begitu membahayakan berada dalam radar jalur tanah mudah longsor.
Penyebab longsor itu tidak terlepas dari buruknya penataan ruang wilayah pemukiman penduduk. Rumah nyaris berdempetan, sangat padat. Selain itu daerah resapan air sudah sulit ditemukan, lahan perbukitan tiada lagi diselimuti rimbunan tumbuhan yang lestari, lahan sudah banyak termakan bangunan beton rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/banjir-balikpapan-07_20170829_213508.jpg)