TribunKaltim/

Adelia yang Divonis Terserang Tumor Otak Kini Sudah Bisa Tersenyum

Selain kondisi Adelia yang tak kunjung membaik, kedua orangtuanya juga mengaku masih bingung memikirkan besarnya biaya

Adelia yang Divonis Terserang Tumor Otak Kini Sudah Bisa Tersenyum
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Adelia Purwanti, seorang anak perempuan berusia 12 tahun penderita tumor otak yang kini dirawat di RSUD Soemarno Sosroatmotjo, Tanjung Selor, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Nasib kelanjutan pengobatan Adelia Purwanti, anak perempuan berusia 12 tahun yang divonis dokter menderita tumor otak, mulai menemui titik terang.

Seperti diberitakan baru-baru ini, Adelia harusnya sudah dirujuk ke RSUD AW Syahranie di Kota Samarinda. Namun karena kondisinya belum kunjung membaik dan dinyatakan cukup sehat untuk naik pesawat, hal ini urung dilakukan.

Selain kondisi Adelia yang tak kunjung membaik, kedua orangtuanya juga mengaku masih bingung memikirkan besarnya biaya yang diperlukan untuk membawa Adelia ke Kota Samarinda

Saat ini, Adelia Purwanti masih dirawat di ICU RSUD Soemarno Sosroatmotjo, Tanjung Selor.

Kepala Divisi Keuangan dan Program Baznas Kaltara Juliansyah kepada Tribun, Selasa (12/9) menuturkan, surat permohonan bantuan sudah dilayangkan pihak keluarga, baru-baru ini.

Juliansyah menyebutkan bahwa biaya untuk merujuk ini cukup besar. Selain untuk menyewa pesawat khusus, pihaknya juga akan membantu biaya hidup keluarga selama yang bersangkutan dirawat di RSUD AW Syahranie, Kota Samarinda. Total biaya yang diperlukan diperkirakan mencapai Rp 45 juta.

Mengingat yang bersangkutan adalah warga Kabupaten Bulungan, maka pihaknya juga perlu berkoordinasi dengan Baznas setempat, seputar sharing bantuan pembiayaan.

Terkait berapa bantuan yang disanggupi oleh Baznas Kabupaten Bulungan, akan diputuskan pada hari ini, (kemarin) Selasa (12/9). Namun pada prinsipnya, kata Juliansyah, sudah tidak ada masalah terkait biaya rujukan tersebut.

Berapa pun kesanggupan Baznas Kabupaten Bulungan nantinya, kekurangan dari total biaya yang diperlukan akan ditutupi oleh Baznas Kaltara.

"Kita menunggu keputusan saja sebenarnya, hari ini. Tapi sudah nggak ada masalah. Berapa pun Baznas Bulungan bisa, sisanya kita yang menutupi," ujarnya.

Selain Adelia Purwanti, di waktu bersamaan, Baznas Provinsi Kaltara juga akan membantu biaya untuk merujuk Jibril, seorang anak penderita kebocoran jantung yang berasal dari Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan. Pasien ini rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), Jakarta.

Untuk kondisi Jibril menurutnya tak separah Adelia. Jibril masih menggunakan pesawat reguler. Dalam kasus Jubril ini, Baznas Kaltara hanya akan membantu biaya transportasi ke Jakarta. "Jadi ada dua yang mau kita rujuk," ujar Juliansyah.

Terpisah, kondisi Adelia di ruang ICU RSUD Soemarno Sosroatmojo sekilas tampak lebih baik. Jika beberapa hari sebelumnya Adelia hanya diam dengan tatapan kosong, kini anak sulung dari Ribut dan Siti Moniroh ini sudah mulai bisa berkomunikasi dengan orang lain. Hanya saja, karena selang masih terpasang di lehernya, Adelia sama sekali tidak bisa berbicara. Bahkan menurut Ribut, sang anak belakangan juga sudah mulai bisa tersenyum. "Kadang-kadang sudah mau tersenyum," ujarnya.

Ribut mengaku sangat bersyukur atas berbagai bantuan yang disampaikan sejumlah pihak, khususnya dari Baznas. Dia hanya berharap agar Adelia bisa segera sembuh dan bisa menikmati hari-hari sebagaimana anak-anak pada umumnya. "Saya sangat berterimakasihlah buat semuanya," ujarnya.(*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help