TribunKaltim/

Taksi Online Banyak Beroperasi di Kaltim, Kadishub Belum Ada Izin

Aksi protes dari pengemudi taksi konvensional yang tergabung dalam Orgatrans Kaltim perihal taksi online tak lepas dari belum ada satupun taksi online

Taksi Online Banyak Beroperasi di Kaltim, Kadishub Belum Ada Izin
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi protes dari pengemudi taksi konvensional yang tergabung dalam Orgatrans Kaltim perihal taksi online tak lepas dari belum ada satupun taksi online di Kaltim yang mendapatkan izin operasional. Meski belum berizin, sudah banyak taksi online yang beroperasi.

Salman Lumoindong, Kepala Dishub Kaltim mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada satupun yang selesai mendapatkan izin operasional.

Baca: Aplikasi Taksi Online di Kaltim akan Diblokir, Ini Langkah Dishub Kaltim

"Semuanya masih belum sempurna. Kami tolak dahulu, kan tak mudah untuk dapatkan izin operasional. Banyak yang harus dipenuhi. Itupun baru satu perusahaan yang mencoba dapatkan izin, yakni Go Car," ucapnya.

Padahal, Dishub Kaltim sudah merancang identifikasi taksi online yang ada di Kaltim. Hal ini sesuai dengan batas kuota armada taksi online di Kabupaten/ Kota yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti Samarinda dengan batas 200 armada, dan Balikpapan dengan 150 armada.

"Jika nanti beroperasi sesuai kuota, kami akan beri stempel per unit taksi online. Jadi, taksi online yang sudah berizin kami tandai. Dalam stiker ini juga bisa di-scan barcode melalui handphone. Dengan scan barcode itu, nama supir, siapa agen taksi online, serta nomor kendaraannya juga bisa diakses, " Jelas Salman.

Baca: Penghasilan Sopir Taksi Online di Balikpapan Bisa Mencapai Rp 300 Ribu/Hari

Jadi ketahuan, karena barcode tak bisa dipalsukan. Kalau sudah ada stiker yang ditempel di taksi online, para sopir angkot boleh pantau. JIka stikernya tak sah, boleh ditangkap dan dilaporkan ke Dishub. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help