TribunKaltim/

Yudhistira, Pelamar CPNS Pertama Datang dari Palangkaraya

Obsesi menjadi seorang abdi negara memang menjadi dambaan Yudistira. Pendapatan menjadi abdi negara dirasa akan cukup baginya

Yudhistira, Pelamar CPNS Pertama Datang dari Palangkaraya
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Yudistira (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran CPNS kepada tim seleksi CPNS BKD Kalimantan Utara, Selasa (12/9/2017). Yudistira merupakan pelamar pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran CPNS 2017 di Pemprov Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - PAMOR profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi dambaan banyak kalangan usia produktif. Tidak mengenal rintang antara jauhnya jarak kampung halaman dengan daerah yang sedang membuka lowongan CPNS. Semua dilalui.

Seperti dilakukan Yudistira (33). Calon ayah yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya ini, jauh datang dari Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah ke Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Pemprov Kalimantan Utara satu-satunya lembaga pemerintahan di daerah yang diberi restu Kemenpan RB menggelar seleksi CPNS tahun 2017 ini. Ada 500 kuota CPNS dari 109 jenis jabatan yang bisa dilamar.

Obsesi menjadi seorang abdi negara memang menjadi dambaan Yudistira. Pendapatan menjadi abdi negara dirasa akan cukup baginya untuk menghidupi anak dan istrinya jauh ke depan.

"Profesi ini menawarkan kepastian jaminan hidup, utamanya pensiun. Apalagi istri saya sedang hamil anak pertama. Harapan saya bisa membiayai anak saya juga sampai selesai kuliah kelak," tuturnya saat ditemui di Kantor Badan Kepegawaian daerah (BKD) Kalimantan Utara, Jalan Durian, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Selasa (12/9).

Ia tiba di Tanjung Selor, Senin (11/9/2017) setelah menempuh perjalan menggunakan pesawat udara dari Palangkaraya, transit di Balikpapan (Kalimantan Timur), kemudian menuju Tarakan (Kalimantan Utara) lagi. Dari Tarakan, Yudhistira naik speedboat selama dua jam hingga sampai di Tanjung Selor.

Biaya yang disiapkan lulusan tahun 2015 Fakultas Sospol Universitas Palangkaraya ini hanya sekitar Rp 2,5 juta. Tiket pulang-pergi dianggarkan sekitar Rp 1,8 juta.

"Sisanya untuk biaya makan dan menginap losmen. Dan kebetulan juga ada teman di sini, sama-sama anak Mapala," katanya.

Yudistira mendaftar pada jabatan Penyuluh Kepemudaan. Penempatan jabatan ini ialah di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara.

"Kebetulan jurusan saya ada di sini. Penerimaan di beberapa kementerian juga ada. Tetapi syarat di kementerian akreditasi harus B, sedangkan di sini bisa C. Di Kemenenaker juga C sebetulnya, tetapi jurusan saya ada," ujar pria yang menggeluti usaha e-commerce di Palangkaraya ini.

Yudistira belum memikirkan terlalu jauh soal kelulusan. Yang terpenting baginya, syarat administrasi sukses terlebih dahulu.

"Saya akan lalui tahap per tahap. Fokus di administrasi dulu. Alhamdulilah, katanya saya yang pertama kali memasukkan pendafataran ke BKD Kalimantan Utara," ujarnya.

"Yang pasti, tentu saya akan belajar. Utamanya salat dijaga dan berdoa," ujarnya.

Kepala BKD Kalimantan Utara Muhammad Ishak mengonfirmasi bahwa hingga siang kemarin baru dua orang yang memasukkan berkas persyaratan setelah melalui proses registrasi dan pemilihan jurusan secara daring (online). "Siang ini baru ada 2 orang. Yang pertama tadi dari Palangkaraya," kata Ishak. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help