TribunKaltim/

Riska, 6 Tahun Lumpuh tak Pernah Dibantu Pemerintah, Istri Walikota Langsung Bertindak

ARISKA Agustin hidup dengan kondisi lumpuh selama enam tahun. Tinggal digubuk yang bocor, Ariska tidur di atas tilam ala kadarnya.

Riska, 6 Tahun Lumpuh tak Pernah Dibantu Pemerintah, Istri Walikota Langsung Bertindak
net/whatsapp
Ariska saat hendak dibawa ke RSUD Balikpapan untuk dirawat, Kamis (14/9/2017) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO - ARISKA Agustin hidup dengan kondisi lumpuh selama enam tahun. Tinggal digubuk yang bocor, Ariska tidur di atas tilam ala kadarnya. Penderitaan perempuan berusia 19 tahun, warga RT 23, Karang Jati ini belum mendapat perhatian pemerintah. Baru setelah terungkap ke publik, istri Walikota Balikpapan Arita Rizal Effendi langsung membawanya ke RSUD Balikpapan.

ANAK kedua dari dua bersaudara ini ditinggal begitu saja oleh orangtuanya. Ibu dan ayahnya cerai sejak Riska masih duduk dibangku kelas 3 SD. Hingga saat ini Riska tak pernah ditenggok apalagi diperhatikan kedua orangtuanya.

"Ayahnya kerja di warung makan, ibunya tidak tahu dimana. Kemarin datang saat dia (Riska) dipulangkan dari panti asuhan. Riska pernah masuk panti asuhan, tapi dipulangkan. Empat hari saja di panti, alasannya dia tidak bisa mandiri," kata Cici Indah Nuraini, tante yang rela membantu Riska.

Baca: VIDEO - Miris, Gadis Ini, Tulangnya Bengkok hingga Hanya Bisa Ngesot, Ditinggalkan Orangtua Pula

Selama 10 tahun riska hidup dalam kondisi tulang bengkok, setiap hari hanya ngesot jika ingin melakukan aktivitas sehari-harinya. "Dulu badannya bengkok. Enam tahun ini makin parah, benar-benar lumpuh, tidak bisa kemana-kemana. Kalau dulu meski badan bengkong bisa jalan- jalan keluar rumah, sekarang jalan pun susah," tutur Cici.

Tangan kanan Riska patah tidak bisa dibengkokkan. Saat makan menggunakan tangan kiri. "Riska ini ponakan suami saya, suami saya lagi penjara sudah tiga tahun di dalam sel, orangtua Riska ini tidak tahu kemana, jengguk riska pun tak pernah," kata ibu dengan lima anak ini.

Hingga saat ini Riska belum pernah tersentuh medis, hanya pernah mendapat bantuan dari Dompet Duafa berupa obat-obatan herbal. Namun tak kunjung sembuh. "Belum pernah dibawa ke rumah sakit. Saya tidak punya biaya bawa (ke rumah sakit). Anak saya juga banyak. Saya bantu pun karena saya kasian. Lantaran siapa lagi yang membantu kalau bukan saya di sini," keluh Cici lirih.

Ariska
Ariska (net/whatsapp)

Riska harus hidup ala kadarnya, panas dan kehujanan, di atas papan yang dilapis tilam tipis. Di Mulai makan dan buang air besar Riska harus melakukan sendiri. Terkadang makan dari diberikan dari belas kasihan tetangga.

Baca: Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Termahal di Indonesia, Ini Perbandingannya

"Saya bisa bantu apa, saya ini usaha loundry kecil-kecilan, membantu tetangga. Selama ini dia (Riska) tak pernah dapat bantuan apa-apa dari pemerintah, hanya dikunjungi namun tidak ada action," ungkap Cici.

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help