TribunKaltim/

Disebut Ada Pungli, Pihak Pengelola Khawatir Tol Laut di Pelabuhan Sebatik Dihentikan

Manajer PT Lintas Samudera Mandiri Andi Syamsul Aris menyayangkan adanya tudingan pungutan liar (pungli) biaya bongkar muat barang kapal tol laut

Disebut Ada Pungli, Pihak Pengelola Khawatir Tol Laut di Pelabuhan Sebatik Dihentikan
Tribunkaltim/Niko Ruru
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sebatik 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Manajer PT Lintas Samudera Mandiri Andi Syamsul Aris menyayangkan adanya tudingan pungutan liar (pungli) biaya bongkar muat barang kapal tol laut di Pelabuhan Sungai Pancang, Sebatik.

Sebagai pengelola, dia khawatir isu miring ini justru membuat pemerintah menghentikan pelayanan tol laut ke Sebatik. Padahal, keberadaan tol laut tersebut dinilai sangat membantu untuk menstabilkan harga.

"Saya sampaikan dengan teman-teman media, dan DPRD, bahwa saya ingatkan kalau ada kita dengar-dengar bahwa tol laut seperti ini (isu pungli), tolong klarifikasi dengan saya. Jangan kita dengar sepihak saja, karena kenapa? Sayang sekali kalau tol laut ini sampai putus di Sebatik," kata Andi Syamsul, Jumat (15/9)

Baca: Surat Komdis PSSI soal Sanksi Bocor di Medsos, Manajer Borneo FC Mengecam

Dia malah curiga, isu itu sengaja diembuskan oknum pengusaha pengguna jasa karena faktor perbedaan politik. "Saya tidak menunduh orang, tetapi kayaknya ada motif politik di belakang. Karena kenapa? Saya juga orang politik, mungkin saya tidak satu perahu dengan mereka. Timbulah kecemburuan sosial,' ujarnya.

Andi Syamsul tak menyangka karena persoalan ini tiba-tiba saja mencuat di media massa. "Saya kayak saudara juga sama mereka. Siang malam ketemu, tidak ada juga keluhannya. Kalau mengeluh masalah tol laut, sampaikan kepada saya. Tolong dibantu! Kenapa di belakang begini? Saya nunggu uang, bukan nunggu DPRD, nunggu wartawan," tegasnya.

Baca: DPRD Sebut Ada Dugaan Pungli di Tol Laut Sebatik, Pengelola Sebut Merasa Ditekan

Tak hanya sampai di media massa, dia pun harus berhadapan dengan DPRD Kabupaten Nunukan karena pengaduan oknum pengguna jasa tersebut.

"Saya kemarin dapat undangan dari DPRD. Undangan yang pertama keluar untuk membahas tarif tol laut. Begitu saya di jalan, berubah ini undangan. Jadi bongkar muat," ujarnya.

Syamsul mengungkapkan, selama ini dia sudah berbuat yang terbaik untuk melayani para pedagang pengguna jasa angkutan barang tol laut. Dia bahkan tidak pernah mengenakan tarif dimuka untuk bongkar muat barang.

Baca: VIDEO EKSKLUSIF – Adakah Pungli Pelabuhan Tol Laut di Sebatik

Pihak yang meramaika persoalan ini justru pengguna jasa yang sudah lama menunggak pembayaran. "Kalau paling lama yang satu ini, ada pengusaha satu ini. Sudah mau tiga bulan belum bayar. Justru inilah yang mengangkat ke DPRD dan mengangkat ke media," tandasnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help