TribunKaltim/

Astaga, Tempat Karaoke di Tarakan Disulap Jadi Tempat Penampungan PSK

Polisi mengamankan 2 orang mucikari atas tindak pidana yang mereka lakukan.

Astaga, Tempat Karaoke di Tarakan Disulap Jadi Tempat Penampungan PSK
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
2 muncikari asal Tarakan yang mengenakan baju tahanan oranye di Mapolda Kaltim, Senin (18/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jajaran Dit Reskrimum Polda Kaltim baru-baru ini mengungkap kasus prostitusi gelap alias ilegal di Tarakan, Kalimantan Utara. Polisi mengamankan 2 orang mucikari atas tindak pidana yang mereka lakukan.

Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman melalui Kasubdit IV Renakta, Kompol Hendri Sidabutar mengungkapkan praktek prostitusi gelap tersebut dilakukan di dua tempat hiburan malam Kota Tarakan.

Baca: Poster Ashanty Tersebar di Jalanan Kota Malang, Resmi jadi Calon Wakil Walikota?

"Berkamuflase di beberapa tempat karaoke kota Tarakan. Di sana dijadikan tempat penampungan wanita muda yang dijadikan pekerja seks komersial (PSK) dengan sistem BO," katanya, Senin (18/9/2017) di Mapolda Kaltim.

Pengungkapan bermula saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait praktek prostitusi terselubung di sejumlah karaoke di Tarakan. Petugas lalu melakukan penelusuran, serta melakukan penyelidikan.

Benar saja di beberapa tempat karaoke, memang menyediakan jasa pemuas nafsu birahi bagi para pria hidung belang. Sekitar 20 wanita selain bekerja sebagai pemandu lagu, juga dipekerjakan sebagai PSK oleh para pelaku.

Baca: Perempuan Mabuk Kedapatan Edarkan Ratusan Obat PCC

Modusnya pelaku menawarkan pelanggan karaoke PSK. Para wanita muda yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat tersebut bahkan dipajang di hall karaoke untuk dipilih oleh pelanggannya.

Untuk mendapatkan jasa plus-plus tersebut, para lelaki hidung belang memesan kembali melalui telepon selular kepada pelaku. Setalah mencapai kesepakatan, PSK tersebut kemudian di antar langsung oleh pelaku ke Hotel dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help