TribunKaltim/

Tenaga Kontrak Berharap Perlakuan Khusus Dalam Seleksi CPNS di Pemprov Kaltara

Khusus tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Tarakan, berharap ada perlakuan khusus bagi mereka yang telah belasan hingga puluhan tahun mengabdi

Tenaga Kontrak Berharap Perlakuan Khusus Dalam Seleksi CPNS di Pemprov Kaltara
HO
Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Komisi II 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pemprov Kaltara membuka seleksi pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Harapan untuk mengikuti tes dan lulus menjadi PNS bagi warga yang ingin mengadu nasib terbuka.

Khusus tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Tarakan, berharap ada perlakuan khusus bagi mereka yang telah belasan hingga puluhan tahun mengabdi di lingkungan pemerintahan.

Seperti yang diungkapkan, salah satu tenaga kontrak RS yang telah 11 tahun menjadi pegawai tidak tetap (PTT) di salah satu intansi di Pemkot Tarakan. "Kami yang tenaga kontrak ini berharap kalau bisa ada perlakukan khusus saat mengikuti tes CPNS di Pemprov Kaltara," ucapnya.

Menurut RS, di Pemkot Tarakan ada 2.364 tenaga kontrak atau pegawai tidak tetap yang bernasib sama dengannya. Ada pula yang telah mengabdi puluhan tahun dan usianya kini sudah mencapai 40 tahun. "Tentunya kalau mau mendaftar CPNS di lingkungan Pemprov Kaltara tidak bisa, karena faktor usia," katanya.

Begitu pula yang dirasakan HS, tenaga kontrak yang 12 tahun mengabdi di salah satu instnasi di lingkungan Pemkot Tarakan. "Saya ini punya niat mau mendaftar CPNS di Pemprov Kaltara, tapi gimana usia sudah tidak memungkinkan lagi karena sudah 40 tahun," katanya.

HS mengaku, seharusnya setiap ada seleksi CPNS baik di lingkungan Pemprov Kaltara maupun di Pemkot Tarakan, ada perlakuan khusus. "Sebab kami ini sudah lama loh bekerja di lingkungan pemerintahan. Kadang kala beban kerja kami lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)," ujarnya.

HS mengatakan, kadang kala ia merasa iri melihat pegawai yang telah berstatus PNS, karena mulai dari gaji hingga tunjangan didapatkan, sedangkan beban kerjanya tidak terlalu berat. Beda halnya dengan tenaga kontrak.

"Terus terang saja ya, kadang kala saya itu kerja 24 jam menjemput para tamu undangan kalau sudah ada acara- acara besar di Kota Tarakan. Baik itu acara yang dilaksanakan Pemkot Tarakan dan Pemprov Kaltara," ujarnya.

Dengan pengalaman seperti ini, beberapa tenaga kontrak mengeluhkan hal ini kepada anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian yang berkunjung ke Kota Tarakan. Mereka sangat berharap Hetifah dapat membantu sebagai perwakilan rakyat di pemerintah pusat.

Tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Tarakan sangat berharap agar ada perlakuan khusus bagi mereka yang kini sedang mengabdi di lingkungan pemerintahan. Harapannya jelas, mendapat kemudahan.

Mendengar keluhan dan harapan ini, anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian sangat prihatin. Harapan ini mewakili ribuan pegawai kontrak yang ada di Kota Tarakan Provinsi Kaltara.

Hetifah mengatakan, seharusnya kondisi seperti ini menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat dan pemerintah provisi dalam seleksi CPNS ini. Tentunya ada perlakukan khusus bagi tenaga kontrak atau PTT, apalagi mengingkat tenaga kontrak ini masyarakat lokal.

"Dalam seleksi CPNS ini sebaiknya kita membuat formasi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) setempat atau daerah sendiri. Sebab kalau dengan tes umum otomatis siapa pun dari seluruh Indonesia bisa ikut dan berlomba-lomba untuk mendaftar," ujarnya.

Hetifah mengaku akan membicarakannya dengan kementerian terkait, dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mencarikan solusinya. Sebab kondisi seperti ini dapat berdampak pada potensi meningkatnya angka pengangguran di Kaltara.

"Kalau pun nanti tidak semua tenaga kontrak atau PTT diakomodir untuk mendapatkan perlakuan khusus dalam seleksi CPNS ini, karena faktor usia, yah setidaknya pemerintah setempat memberikam jaminan kesejahteraan yang layak bagi mereka. Setidaknya gaji mereka sama dengan Upah Minimum Kota (UMK)," ujarnya.(*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help