TribunKaltim/

Pemilik Toko Kembalikan Kelebihan Uang

Konsumen tersebut telah melaporkan permasalahan ini kepada Bidang Perlindungan Konsumen dan permasalahan ini langsung ditangani

Pemilik Toko Kembalikan Kelebihan Uang
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, Umar mengunjungi Pasar Gusher, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Total struk belanja tidak sesuai dengan barang yang dibeli, seorang konsumen yang namanya enggan disebutkan langsung melapor ke Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Tarakan khususnya bidang perlindungan konsumen.

Konsumen ini sangat keberatan kepada pemilik salah satu toko di Jalan Mulawarman. Sebab jumlah barang yang dibeli tidak sesuai dengan total yang ada di struk belanja. Oleh karena itu, konsumen tersebut melaporkan permasalahan ini.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Tarakan Tajuddin Tuwo membenarkan hal ini. Konsumen tersebut telah melaporkan permasalahan ini kepada Bidang Perlindungan Konsumen dan permasalahan ini langsung ditangani.

"Yah konsumen itu sudah datang menemui saya dan menceritakan kronologisnya. Konsumen ini merasa dirugikan, meskipun begitu pemilik toko sudah mengembalikan kelebihan uang yang dibayarkan. Tapi bagaimana pun juga konsumen ini tetap ingin melanjutkan permasalahan ini tujuannya supaya tidak ada lagi konsumen yang dirugikan, sehingga perkara ini ditangani Kepala Bidang Perlindungan Konsumen," ungkapnya, Selasa (19/9).

Melihat permasalahan ini, Tajuddin mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Artinya setiap melakukan pembelian di toko hendaknya memeriksa atau mengecek kembali struk belanjanya. Apakah barang yang dibeli sudah sesuai atau tidak dengan total harganya.

"Kalau tidak sesuai dengan yang ada di struk belanjanya langsung saja protes kepada tokonya atau pedagangnya. Kalau pemilik toko atau pedagang tidak mau yah ini bisa dilaporkan kepada kami di Bagian Perlindungan Konsumen. Apalagi sudah ada UU Perlindungan Konsumen, jadi konsumen yang dirugikan dapat melapor," ujarnya.

Tajuddin mengaku, bahwa sudah ada dua konsumen yang melaporkan hal ini, kemungkinan saja masih banyak lagi konsumen yang merasa dirugikan, namun tidak melapor atau tidak tahu apakah ada instansi yang menangani permasalahan ini.

"Konsumen yang tahu kalau di dinas kami ada Bidang Perlindungan Konsumen pasti melaporkan permasalahan ini. Tapi kalau yang tidak tahu yah tidak melapor atau bisa saja mereka tahu tapi malas melapor. Namun kami mengimbau kepada konsumen yang dirugikan laporkan saja permasalahan seperti ini kepada kami," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Tajuddin pihaknya juga telah memiliki tim Badan Penyelesaian Perselisihan Sengketa Konsumen (BPPSK) Kota Tarakan. Tim ini yang menangani permasalahan sengketa antara pembeli dan pedagang. "Tapi Surat Keputusan (SK) tim BPPSK belum turun dari Kemeterian Perdagangan. Jadi kita masih menunggu SK dari Kementerian Perdagangan," katanya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help