TribunKaltim/

Kepala Dinas Angkat Putrinya jadi Guru PTT Timbulkan Kecemburuan

Sayangnya, tidak semua sistim rekruitmen dilakukan secara transparan. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Angkat Putrinya jadi Guru PTT Timbulkan Kecemburuan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
HONORER - Hingga kini, masih banyak guru honorer yang berharap diangkat sebagai guru PTT. Dengan harapan, perubahan status pegawai tersebut dapat meningkatkan penghasilan mereka. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau melakukan pembatasan rekrutmen honorer dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Hingga saat ini, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap melakukan rekruitmen.

Pemkab Berau memberikan pengecualian, untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar dan tenaga kesehatan.

Sayangnya, tidak semua sistim rekruitmen dilakukan secara transparan. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Hal ini menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan di kalangan pegawai honorer yang sudah lama berharap diangkat menjadi guru meski dengan status PTT.

Beredar kabar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Armyn Zulkifli mengangkat putrinya sendiri sebagai guru PTT di SMP Negeri 2. Padahal, menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya, saat diangkat sebagai PTT, putri Armyn Zulkifli masih berstatus sebagai mahasiswa di Kota Malang.

“Bagaimana bisa diangkat menjadi PTT, sementara anaknya masih kuliah dan tidak pernah mengajar dan sudah menerima gaji. Di sini masih banyak guru honorer yang sudah bertahun-tahun tidak diangkat jadi PTT,” ungkap sumber tadi.

Armyn Zulkifli, sejak hari Jumat lalu berupaya menghindari para wartawan yang hendak mengonfirmasi. Armyn baru bersedia ditemui setelah didesak para wartawan. Armyn membenarkan, putrinya sudah diangkat sebagai guru PTT di SMP Negeri 2 sejak beberapa bulan lalu.

Padahal, saat itu putrinya belum menyelesaikan kuliah, namun SK pengangkatannya sebagai PTT dengan gelar Sarjana Pendidikan.

“Einsi Monica (putrinya) menggantikan guru yang sudah tidak aktif. Kedua, Einshi mestinya lulus bulan Mei tapi dosen pembimbingnya sering tugas luar, sehingga terhambat skripsi dan wisudanya.

Sekarang sedang melakukan perbaikan skripsi untuk mendapat ijazah,” kilah Armyn, Senin (25/9).
Dirinya juga mengakui, Pemkab Berau telah membayarkan gaji dan tambahan penghasilan Einshi.  

“Gajinya diterima sejak bulan Juli sampai Agustus, padahal sudah saya suruh kembalikan,” ujarnya.
Diakuinya, saat diangkat sebagai PTT, putrinya belum memenuhi syarat administrasi, salah satunya ijazah. “Memang belum lengkap, boleh saja (diangkat jadi PT) yang penting jangan dibayar dulu gajinya,” tandasnya.

Armyn juga berkelit saat ditanya, apakah tidak ada pegawai honorer yang layak untuk diangkat sebagai PTT? Armyn berkelit dengan memberikan jawaban yang sama berulangkali.

Pengangkatan putri kepala Dinas Pendidikan ini menimbulkan kecemburuan di kalangan pengawai honorer.      

Pasalnya, guru berstatus honorer menerima gaji berdasarkan jam mengajar, dengan honor yang kecil. Sementara, PTT menerima gaji bulanan, termasuk tambahan penghasilan. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help