TribunKaltim/

Disangka Kanker, Ternyata Dokter Temukan Benda Misterius Tertancap di Tubuh Selama 40 Tahun

Segera setelah menjalani prosedur tersebut, pasien tersebut mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Disangka Kanker, Ternyata Dokter Temukan Benda Misterius Tertancap di Tubuh Selama 40 Tahun
BMJ Case Report
Benda misterius ditemukan di paru-paru seorang pria 

TRIBUNKALTIM.CO - Kesehatan adalah sesuatu yang sangat mahal dalam kehidupan manusia.

Tak ada manusia yang mau menderita sakit.

Apalagi kalau di antara kita sampai ada yang terkena penyakit parah atau langka, maka akan sangat mahal obatnya.

Ini pula yang dirasakan oleh pria berusia 47 tahun asal Inggris.

Pria yang tidak disebutkan namanya ini tiba-tiba mulai merasa tidak sehat.

Melansir DailyMail, pria itu mengeluh batuk lendir kuning dan merasa tidak enak badan selama lebih dari satu tahun.

Ia dicurigai menderita kanker setelah dokter menemukan sesuatu tertancap di paru-parunya.

Tapi hasil X-Ray menemukan fakta yang jauh lebih tak terduga

Baca juga:

LIVE STREAMING - Sporting Lisbon VS Barcelona, Tom Catalan Perlu Mainkan Sepakbola Terbaik
 
Miris, Gara-gara Cedera, Mantan Pemain Timnas Indonesia Alih Profesi jadi Satpam

LIVE STREAMING - PSG VS Bayern Muenchen, Adu Pintar 2 Pelatih

Wow, Jalan Kian Terbuka, Egy Maulana Bakal Berkarier di Benua Biru
 
Jadwal Lengkap Liga Champions 28 September Dinihari, Menanti Laga 2 Raksasa Eropa

LIVE STREAMING - PSM Makassar VS Persipura Jayapura, Tak Disiarkan TV Nasional

Duet Maut Ronaldo-Bale Akhiri Tren Negatif Madrid, Inilah Hasil Liga Champions

Ternyata dugaan itu salah besar!

Penyakit itu berasal dari kerucut mainan yang tertelan saat dia masih kecil.

Dengan bantuan dokter, ia melakukan segala cara.

Pemindaian menunjukkan massa di paru-parunya, yang semula diasumsikan oleh konsultan sebagai tanda kanker karena dia telah merokok selama tiga dekade.

Tim dokter segera memanggilnya ke rumah sakit.

Selama prosedur untuk memeriksa jalan napasnya, petugas medis menemukan bahwa massa tersebut adalah kerucut lalu lintas dari mobil-mobilan, yang ditelannya 40 tahun yang lalu.

Dokter yang menulis dalam laporan Kasus BMJ telah menjulukinya sebagai misteri medis.

Pasalnya ini terlihat dari lamanya waktu berlalu tanpa menunjukkan gejala apapun.

Benda ini tertancap di dalam tubuh seorang pria
Benda ini tertancap di dalam tubuh seorang pria (BMJ Case Reports)

Tim dokter menulis:

"Sepengetahuan kami, ini adalah kasus pertama yang dilaporkan dari sebuah benda asing tracheobronchial yang diabaikan selama 40 tahun."

Bronkoskopi dilakukan di Rumah Sakit Royal Preston setelah pasien dirujuk karena kekhawatiran bahwa benjolan itu adalah tanda karsinoma bronkogenik.

Segera setelah menjalani prosedur tersebut, pasien tersebut mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Dia sering bermain dan bahkan menelan potongan permainan mobil-mobilan tersebut sampai dia tumbuh dewasa.

Baca juga:

Rita Widyasari Tersangka - Begini Respon Warga Terkait Status Sang Bupati, Ada yang Masih Sangsi

Foto Wajah Messi Penuh Darah Beredar, Ibunya Menangis, Keluarga Ancam Lapor Polisi

Polisi Sesalkan Foto Messi Terunggah di Medsos, Admin dan Warganet Diminta Tak Unggah Korban

Halisyah Sebut Messi dan Neneknya Tak Akan Kembali, Ini Jalan yang Ditempuh Keluarga Korban

Diperpanjang Masa Pendaftaran Panwascam Wilayah Kecmatan di Paser

Inilah Jadwal Pemasangan Sensor Kabel Jembatan Mahkota II

Rita Widyasari Tersangka - Ini Hasil Rapat Partai Golkar Tentang Status Calon Gubernurnya

Pria itu ingat saat diberi set khusus Playmobil sebagai hadiah ulang tahunnya yang ketujuh, lapor para dokter.

Para ahli juga mengatakan kemungkinan gejala ini terlambat muncul karena pria itu masih sangat muda dia saat dia menelan kerucut mainan itu.

Mereka menyarankan agar seiring bertambahnya usia, saluran napasnya dibentuk dan disesuaikan dengan kehadiran benda asing.

Empat bulan setelah pengangkatan kerucut lalu lintas kecil, gejalanya berkurang, kata para dokter. (TribunStyle.com)

Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help