TribunKaltim/

Jaringan Internet Terganggu, Pelanggan Berhak Ajukan Kompensasi

Keluhan yang sama juga banyak dilontarkan masyarakat yang merasa mestinya mendapat kompensasi atas gangguan jaringan internet yang kerap terjadi.

Jaringan Internet Terganggu, Pelanggan Berhak Ajukan Kompensasi
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
GANGGUAN JARINGAN - Jaringan internet di Kabupaten Berau kerap mengalami gangguan. Kondisi ini membuat masyarakat yang bekerja atau membuka usaha dengan mengandalkan jaringan internet jadi 'frustasi'. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau kembali mengeluhkan jaringan telekomunikasi yang dikelola oleh PT Telkom, khususnya jaringan internet. Pasalnya, dalam beberapa hari ini, masyarakat kesulitan mengakses internet. Bahkan kondisi ini juga berdampak pada layanan jaringan seluler.

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab gangguan jaringan internet yang sudah berlangsung sejak pekan lalu hingga Senin (2/10), jaringan internet masih belum kembali normal. “Telkom ini bagaimana, masa setiap hari putus fiber optic-nya,” kata Edi Akbar, warga Jalan Mangga III, Tanjung Redeb.

Menurut Edi, sebagai pelanggan Indihome, salah satu produk PT Telkom, setiap bulan dirinya selalu membayar penuh tagihan, sementara gangguan internet bisa terjadi sepanjang pekan. “Paling parah bulan Agustus, sampai seminggu lebih gangguan tapi tagihan internet tetap saja Rp 500 ribu lebih,” ujarnya.

Keluhan yang sama juga banyak dilontarkan masyarakat yang merasa mestinya mendapat kompensasi atas gangguan jaringan internet yang kerap terjadi.

Terpisah, Muhammad Arif Suhartono Manager Service PT Telkom wilayah Kaltara yang juga membawahi wilayah Berau mengakui, akhir-akhir ini jaringan fiber optic kerap bermasalah.

“Kami juga tidak menginginkan gangguan, tapi jaringan kami posisinya memang tidak bisa aman dari gangguan, karena banyak kegiatan (yang mengakibatkan fiber optic terputus),” ujarnya menjawab pertanyaan Tribun.
Secara umum, kata Arif, gangguan jaringan internet yang paling sering terjadi disebabkan dua masalah teknis.

“Yang pertama gangguan pada fiber optic, atau gangguan pada perangkat modem (yang ada di rumah pelanggan), kalau perangkatnya rusak kami ganti. Tapi yang paling sering memang gangguan fiber optic,” jelasnya.
Pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi gangguan jaringan yang disebabkan putusnya kabel optik. PT Telkom sangat mengandalkan para teknisi di lapangan untuk membenahi.

“Tapi perlu waktu yang lama untuk melakukan penelusuran. Karena kabel optik ini membentang dari Sangatta, Kutai Timur, Berau sampai ke Tarakan,” katanya lagi.

Namun Arif mengakui, gangguan jaringan yang bersifat teknis ini merugikan pelanggan. Karena itu, kata Arif, pelanggan berhak mendapat kompensasi.

“Aturannya memang ada, service level guarantee sudah ada perhitungan berapa jam (gangguan) dalam satu bulan,” ujarnya.

Arif tidak menjelaskan bagaimana perhitungan kompensasi yang bisa didapat oleh pelanggan. Namun dirinya menyarankan pelanggan mengajukan klaim ke kantor pelayanan PT Telkom dengan membawa bukti pembayaran tagihan. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help