Mengenaskan Hidup Sepasang Lansia di Balikpapan, Tak Punya Duit Terpaksa Makan Daun Singkong
Keduanya pasangan lanjut usia (lansia) yang kini hidup di sebuah rumah reyot bekas kebakaran yang sudah tua.
Laporan Wartawan TribunKaltim Muhammad Alidona
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Muchtar dan istrinya Chinta (49) yang sudah 3 tahun terserang penyakit stroke, merupakan warga Muara Rapak Balikpapan.
Mereka kesulitan ekonomi sehingga pernah selama 3 hari hanya makan daun singkong.
Sementara suaminya, Muchtar (61) hidup tanpa pekerjaan.
Keduanya pasangan lanjut usia (lansia) yang kini hidup di sebuah rumah reyot bekas kebakaran yang sudah tua.
Beberapa dindingnya yang berupa bilah–bilah kayu terlihat berlubang dan hanya tertutup terpal usang.
Genteng rumahnya juga sebagian besar sudah bocor.
Barang–barang tidak tertata sebagaimana layaknya di ruangan berukuran 2 x 5 meter.
Di dalamnya hanya ada sebuah kasur usang.
Tidak banyak perabotan yang berada di dalamnya, hanya almari dan peralatan memasak yang tertumpuk di sudut ruangan.
Hidup dengan penuh keterbatasan hanya berdua bersama istri tanpa ada bantuan orang lain.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari, Muchtar hanya berharap dari orang–orang yang peduli, lantaran untuk bekerja ia tidak bisa karena tak tega meninggalkan istrinya yang sakit seorang diri di rumah.
Lebih memprihatinkan, Muchtar pernah harus menahan lapar berhari–hari dan terpaksa hanya memakan singkong saja karena persediaan beras di rumahnya sudah habis.
Aroma kurang sedap menyengat hidung saat masuk ke halaman rumahnya.
Di sekitar rumahnya, sampah dan genangan air mengelilingi gubuk tersebut.