TribunKaltim/

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Tak Akan ke Praperadilan, Mengapa Rita Widyasari Berubah Pikiran?

Rita Widyasari, Bupati Kukar non aktif rupanya berubah pikiran soal rencana praperadilan dirinya untuk melawan KPK.

Tak Akan ke Praperadilan, Mengapa Rita Widyasari Berubah Pikiran?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara Rita Widyasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Rita diperiksa perdana sebagai tersangka kasus korupsi terkait pemberian izin lokasi inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Rita Widyasari, Bupati Kukar non aktif rupanya berubah pikiran soal rencana praperadilan dirinya untuk melawan KPK.

Jika saat ditahan Rita mengaku tidak merasa bersalah meski sudah tersangka di KPK, bahkan Rita mengaku masih memiliki celah untuk membela diri melalui praperadilan.

Kini, Rita mengurungkan niatnya, politisi dari Partai Golkar ini memilih menjalani proses hukumnya di KPK hingga ke meja hijau.

"Nggak ngajuin (praperadilan), kami ikuti proses perkaranya saja. Jadi tidak praperadilan. Klien saya tidak berminat mengajukan, jadi kami gak bisa memaksa klien untuk mengajukan praperadilan," tegas kuasa hukum Rita, Noval El Farveisa saat ditemui usai mendampingi pemeriksaan Rita sebagai tersangka di KPK, Selasa (10/10/2017).

Sebelumnya, mengenai pemeriksaan hari ini, Rita mengaku pemeriksaan ini masih pemeriksaan awal soal kronologi dan izin perkebunan sawit.

"Tadi pemeriksaan masih awal‑awal saya, pokoknya awal‑awal. Seperti soal kronologi peristiwa, soal izin (perkebunan sawit) juga. Tadi sekitar 12 pertanyaan lah. Sudah ya, mohon maaf," ungkap Rita sembari masuk ke dalam mobil tahanan yang akan membawanya ke Rumah Tahanan Sementara.

Direktur Utama PT Citra Gading Asritama, Ichsan Suaidi diduga sebagai pihak yang turut serta memberikan hadiah atau janji (gratifikasi) kepada Rita yang juga terpidana kasus korupsi ini diperiksa penyidik KPK pada Selasa (10/10/2017).

"Penyidik mendalami posisi saksi di perusahaan terkait gratifikasi. Ada indikasi pemberian gratifikasi terhadap tersangka di kasus ini. Oleh penyidik saksi dikonfirmasi seberapa jauh mengetahui proses tersebut. Termasuk adanya dugaan pemberian gratifikasi ke RIW saat jadi kepala daerah," terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Baca: Diperiksa 7 Jam, Rita Widyasari Ungkap Kondisi Penjara KPK

Baca: Di Depan DPRD Para Pendemo Nanyikan Tutuplah Online Sekarang Juga

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help