TribunKaltim/

Makin Panas! Menlu Korut Ancam AS Akan Dibalas dengan Guyuran 'Hujan Api', Apa Maksudnya?

Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah "menyalakan sumbu perang" antara negaranya dan AS.

Makin Panas! Menlu Korut Ancam AS Akan Dibalas dengan Guyuran 'Hujan Api', Apa Maksudnya?
(KCNA/Reuters/Independent)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12. 

TRIBUNKALTIM.CO, PYONGYANG - Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah "menyalakan sumbu perang" antara negaranya dan AS.

RI juga mengatakan, AS akan menerima pembalasan dengan guyuran "hujan api", kata kantor berita Rusia, TASS, yang diteruskan The Times, Rabu (11/10/2017).

Ketegangan antara Washington dan Pyongang meningkat dalam beberapa bulan ini karena pemerintahan Trump berusaha mengekang program senjata nuklir dan misil balistik   Korut.

Pernyataan Ri adalah episode terbaru dari perang kata-kata yang semakin meningkat antara Trump dan rezim Kim Jong Un di Pyongyang.

TASS mengutip ucapan Ri, "Dengan pernyataannya yang berani dan gila di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Trump, ... telah menyalakan sumbu perang melawan kami."

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York, 23 September 2017.
Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York, 23 September 2017. (AFP/JEWEL SAMAD)

Baca: Pemimpin Militer AS Minta Pasukan Harus Bersiap Siaga Hadapi Ancaman Termasuk Korut

Baca: Pyongyang Tuding CIA Berusaha Bunuh Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dengan Senjata Kimia

Menurut Trump, ketika berbicara di depan sidang Majelis Umum PBB pada akhir September 2017, AS akan menghancurkan Korut jika diserang negara berhaluan komunis itu.

"Kita dapat katakan bahwa Trump telah menyulut sumbu perang terhadap kami dengan mengeluarkan pernyataannya yang militeristik dan penuh khayalan di PBB,” kata Ri kepada TASS.

Menlu Korut itu menegaskan, AS harus bertindak rasional dan berhenti memprovokasi Korut.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help