TribunKaltim/

Korem 091 Aji Surya Natakesuma

Markas Korem 091/ASN Jadi Posko Latihan Penanggulangan Karhutla

Pada pertengahan Agustus tahun lalu, Presiden mengadakan rapat terbatas yang khusus membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Markas Korem 091/ASN Jadi Posko Latihan Penanggulangan Karhutla
HO - Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN).
Latihan Posko I dilaksanakan selama tiga hari, di mulai Selasa (24/10) hingga Kamis (26/10) mendatang, di aula Wira Yudha Korem 091/ASN. (*) HO - Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Latihan posko I merupakan salah satu metode dengan latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan untuk melatih unsur komandan dan staf dalam melaksanakan teknik, prosedur, dan tata kerja yang berlaku dalam satu satuan.

Khususnya untuk merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan, serta mengendalikan suatu operasi di satuannya, baik dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Hal itu disampaikan Pangdam VI/Mulawarman (Mlw) Mayor Jenderal TNI Sonhadji, dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad, pada pelaksanaan latihan Posko I Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) di hall Makorem 091/ASN, jalan Gajah Mada, Samarinda, Kaltim, Selasa (24/10/2017).

”Latihan Posko I yang dilaksanakan ini hendaknya tidak dipahami sebagai kegiatan rutin dalam rangka melaksanakan program latihan, akan tetapi harus dipahami sebagai kebutuhan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas prajurit dan satuan secara kelembagaan di dalam menjawab tantangan tugas ke depan," ucap Kasdam VI/Mlw, Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Selasa (24/10/2017).

Kasdam menambahkan, latihan ini semakin bernilai strategis, jika dihadapkan dengan tugas yang diemban oleh Korem 091/ASN sebagai komando kewilayahan yang secara fungsional bertanggungjawab, menjamin terpeliharanya situasi yang kondusif bagi penyelenggaraan pertahanan negara maupun kepentingan pembangunan nasional di daerah. 

”Untuk melaksanakan tugas tersebut, sangat diperlukan kinerja yang profesional dalam menciptakan ruang, alat dan kondisi (RAK) juang yang tangguh sehingga pelaksanaan tugas pokok dapat terselenggara dengan baik," tegasnya.

Pada pertengahan Agustus tahun lalu, Presiden mengadakan rapat terbatas yang khusus membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Di dalam rapat tersebut, secara tegas Presiden memerintahkan pembentukan posko karhutla hingga tingkat kecamatan, pemasangan peralatan pemantau tingkat kebasahan lahan gambut secara real time, dan juga menginstruksikan kepada setiap kepala daerah untuk segera menentukan status kedaruratan masalah asap di masing-masing daerah yang terindikasi menjadi sumber asap.

Tak hanya itu, Presiden juga menginstruksikan koordinasi yang lebih intensif antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Dalam Negeri, BMKG, BNPB, BRG, TNI, dan Polri dalam pencegahan dan penanganan karhutla ini.

Latihan Posko I dilaksanakan selama tiga hari, dimulai Selasa (24/10/2017) hingga Kamis (26/10/2017) mendatang, di aula Wira Yudha Korem 091/ASN. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help