TribunKaltim/

Pengamat: Buni Yani Seharusnya Bisa Bebas dari Segala Tuntutan Hukum, Ini Penjelasannya

Buni Yani menjalani sidang vonis atas kasus penyebaran video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Pengamat: Buni Yani Seharusnya Bisa Bebas dari Segala Tuntutan Hukum, Ini Penjelasannya
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Dr Abdul Rais SH MH saat memberikan keterangan pers 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Buni Yani menjalani sidang vonis atas kasus penyebaran video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu. Selain penyebaran, Buni didakwa memotong video Ahok. Sidang berlangsung di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat.

Jaksa menuntut Buni dengan hukuman 2 tahun penjara. Menurut pengamat hukum DR Abdul Rais SH, MH, Buni Yani sudah seharusnya dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

Analisa Rais, dalam sidang, Ahok telah terbukti bersalah sebagai penista agama, dan dihukum 2 tahun penjara. Pihak Ahok pun dan melakukan banding dan telah berkekuatan hukum tetap.

Baca: Rafathar Lakukan Hal Tak Terduga Saat Nagita Disakiti Raffi Ahmad

Bahwa untuk menetapkan Ahok bersalah dan dihukum pidana 2 tahun. Alat bukti yang dihadirkan JPU adalah kaset/VCD/flashdisk hasil rekaman yang didapat dari Buni Yani d Kepuluan Seribu

Alat bukti yang dhadirkan JPU sah demi hukum dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Sehingga kalau hari ini sidang alat bukti menetapkan sebagai tersangka atau terdakwa harus bebas. "Alat bukti yang dibawa Buni Yani terbukti valid djadikan barang bukti Jaksa untuk menuntut Ahok," tutunya.

Kalau pun Hakim memutuskan bersalah Buni Yani, harusnya putusan lebih 50 persen (1 tahun) dari tuntutan JPU, 2 tahun dan alat bukti yang dibawa Buni Yani menjadi tidak sah alias cacat hukum.

"Ini menandakan hukum bulan sebagai Panglima, tapi hukum berdasarkan kekuasaan," kata Rais kepada Tribunkaltim.co.

Sebelumnya, terdakwa pelanggar UU ITE, Buni Yani kembali melontarkan sumpahnya dalam sidang vonis yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) siang.

Baca: Pertengkarannya dengan Jessica Iskandar Dibilang Setingan, Ruben Onsu Beri Reaksi Begini

Pernyataan itu dilontarkan Buni Yani sebelum hakim memulai sidang seperti dikutim dari Kompas.com.

Dalam pidatonya, Buni Yani bersumpah bahwa ia tak pernah memotong atau mengedit video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu.

"Dalam persidangan yang mulia ini saya berulang kali menyampaikan mubahalah saya, sumpah paling tinggi dalam agama Islam. Saya tidak pernah memotong video," ucap Buni Yani.

Baca: Resmi Tayang! Siapa Takut Jatuh Cinta Reborn Nggak Sama dengan Meteor Garden, Ini 5 Bedanya, Ehm

Dengan nada tegas, Buni Yani berkata, "Dan, apabila hari ini saya diputus bahwa saya dinyatakan bersalah dalam perkara ini, orang yang menuduh dan orang yang memutuskan perkara ini karena telah menuduh saya memotong video mudah-mudahan orang tersebut kelak akan dilaknat oleh Allah."  (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help