TribunKaltim/

Ratusan Petani Gagal Panen, Jatam Laporkan Perusahaan Tambang ke Menteri

Sawah yang telah ditanami padi, milik 100 petani di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau rusak akibat tercemar solar.

Ratusan Petani Gagal Panen, Jatam Laporkan Perusahaan Tambang ke Menteri
HO/ JATAM KALTARA
Sawah milik petani di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau yang tercemar solar dari perusahaan tambang batu bara, PT Mitrabara Adiperdana. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Sawah yang telah ditanami padi, milik 100 petani di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau rusak akibat tercemar solar perusahaan tambang batu bara.

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Utara, Theodorus G Immanuel mengatakan, akibat pencemaran dimaksud, padi para petani dipastikan gagal panen.

“Selain itu 20 hektare lahan sawah terancam tidak produktif lagi hingga dua tahun kedepan akibat tercemar solar perusahaan tambang,” ujarnya, Selasa (14/11/2017) melalui siaran pers kepada TRIBUNKALTIM.CO.

Theodorus mengatakan, pihaknya akan melaporkan pencemaran ini kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta.

Baca: Peringati HKN, Puskesmas Pembeliangan Gelar Pemeriksaan Gratis Leher Rahim

“Kami akan melaporkan soal adanya dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang dilakukan oleh perusahaan. Kami akan meminta agar sanksi yang pernah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan Nomor Surat 540/558/ESDM.II/VI/2017, agar statusnya ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Baca: Gara-gara Sebatang Pohon, Warga Bisa Hentikan Proyek Pemerintah

Dia menyesalkan karena pencemaran media lingkungan kali ini terjadi lagi. “Dan ini mengancam kehidupan petani di Malinau Kota,” ujarnya.

Pencemaran ini diketahui petani pada 7 November lalu.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help