TribunKaltim/

Bimtek Siskeudes Tidak Bisa Diikuti Perwakilan Semua Desa di Malinau

Hanya saja, kita tidak bisa mendatangkan perwakilan semua desa di Malinau. Namun, kita sudah mengundang mereka semua untuk hadir

Bimtek Siskeudes Tidak Bisa Diikuti Perwakilan Semua Desa di Malinau
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat memberikan bantuan keuangan secara simbolis kepada Bupati Bulungan Sudjati, Walikota Tarakan Sofian Raga, Bupati Nunukan Asmin Laura, Wakil Bupati Malinau Topan Amrulah, Bupati Tana Tidung Undunsyah, di Lapangan Agatis Tanjung Selor, Sabtu (22/4/2017) teoat di Hari Jadi ke-4 Tahun Provinsi Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Sudah menjadi kebutuhan, seluruh aparatur desa di Malinau diberikan bekal untuk melaksanakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Pasalnya, pada akhir tahun 2017 ini diharuskan seluruh desa dapat mengaplikasikannya untuk pelaporan Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah. Karena tidak memiliki anggaran, pelaksanaan Bimtek Siskeudes di Malinau dilaksanakan oleh Pemprov Kaltara.

Awalnya, untuk pelaksanaan kegiatan ini tidak ada dalam rencana kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kaltara tahun 2017. Namun, DPMD Kaltara menyiasatinya sampai kegiatan ini terlaksana. Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi DPMD Kaltara, Omsar Matondang mengungkapkan, anggaran kegiatan Bimtek Siskeudes ini diambil dari kegiatan pada instansinya yang juga telah dilaksanakan oleh instansi lain.

"Tidak mungkin dua instansi melaksanakan kegiatan sama. Bisa jadi temuan nanti. Nah, agar tidak sama kita alihkan kegiatan itu kepada kegiatan Bimtek Siskeudes di Malinau ini. Sekaligus pula, agar jangan sampai terjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada instansi kami. Lagian, kegiatan ini juga sangat penting dilaksanakan. Sebab, Pemkab Malinau juga tidak memiliki anggaran untuk melaksanakan kegiatan ini," paparnya saat menghadiri Bimtek Siskeudes, Senin (20/11/2017), di Hotel Mahkota.

Selama 4 hari sampai Kamis (23/11/2017), 115 peserta akan dilatih penggunaan Siskeudes oleh para ahli yang didatangkan langsung dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltara. DPMD Kaltara juga, mempersiapkan perangkat-perangkat yang diperlukan untuk melaksanakan praktek lapangan dalam penggunaan Siskeudes nanti.

"Hanya saja, kita tidak bisa mendatangkan seluruh perwakilan aparatur desa di 109 desa di Malinau. Namun, kita sudah mengundang mereka semua untuk hadir. Untuk mengikuti kegiatan ini, kita memang tidak menyiapkan fasilitas secara lengkap. Seperti, akomodasi, transportasi dan uang saku. Biasanya, memang lengkap. Jadi, kami hanya menyiapkan konsumsi selama Bimtek. Hal ini karena keterbatasan anggaran kami," jelasnya.

Meski terbatas dalam memberikan fasilitas kepada peserta, Omsar sangat mengharapkan, supaya seluruh desa dapat hadir dalam Bimtek Siskeudes ini. Sebab, ilmu dalam Bimtek ini sangat diperlukan oleh seluruh desa. Meskipun saat ini aparat desa sudah paham dengan pelaporan pertanggungjawaban melalui Sistem Informasi dan Manajemen Desa (Simdes) yang telah dijalankan beberapa tahun oleh Malinau, Siskeudes memiliki sistem berbeda.

"Kan bisa saja menggunakan dana desa untuk datang dan hadir di kegiatan ini. Kan ada dana untuk pemberdayaan aparatur desa, itukan bisa digunakan untuk datang mengikuti kegiatan. Apalagi menurut saya, kegiatan ini sangat prioritas untuk dilaksanakan. Kalau sekarang, kita memang tidak bisa memberikan fasilitas penuh," tuturnya.

Jangan Sampai Kades jadi ATM
MENGINGAT pentingnya kegiatan ini untuk diikuti oleh seluruh perwakilan aparatur desa di Malinau, Kabid Ekonomi DPMD Pemprov Kaltara, Omsar Matondang menyatakan, agar seluruh peserta dapat memanfaatkan beberapa hari pelaksanaan Bimtek Siskeudes ini sebaik mungkin untuk belajar, mengerti dan memahami secara jelas soal Siskeudes. Apabila tidak paham dalam pelaksanaan Siskeudes, aparat desa dapat terjerat hukum dan bisa juga dijadikan ATM oleh oknum.

"Seperti disampaikan oleh Asisten III Edy Marwan saat menyampaikan sambutan, agar seluruh peserta Bimtek secara serius mengikuti kegiatan ini. Bukan hanya datang dan mendengarkan saja. Tapi, benar-benar mencermati dengan seksama apa yang disampaikan oleh narasumber. Agar kegiatan ini tidak sia-sia diikuti," jelasnya.

Sebelumnya ujar Omsar, pihaknya tidak pernah menganggarkan kegiatan Bimtek Siskeudes. Namun, pada tahun 2018 mendatang, Omsar menyebutkan, pihaknya telah memasukkan dalam rencana kerja. Hal ini dilakukan DPMD, karena masih banyak aparat desa yang belum bisa dan sempat mengikuti kegiatan ini. Artinya, dapat dikatakan masih banyak belum memahami soal Siskeudes.

"Seperti di Malinau ini, masih ada desa yang tidak mengikuti Bimtek Siskeudes. Jadi, kita merencanakan tahun depan akan kembali melaksanakan kegiatan Bimtek ini. Begitu pula di Kaltara, kan baru Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang bisa melaksanakan Siskeudes. Kabupaten lain di Kaltara selain di KTT, belum ada yang melaksanakan Siskeudes," tandasnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help