Edisi Cetak Tribun Kaltim

Warga Pedalaman Minta MAF Tetap Beroperasi, Jangan sampai Garuda di Dadaku Lepas

Harga bahan kebutuhan pokok melonjak sampai 200 persen. Banyak warga sudah tak mampu lagi membeli kebutuhan pokok.

Warga Pedalaman Minta MAF Tetap Beroperasi, Jangan sampai Garuda di Dadaku Lepas
Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Warga pedalaman dan perbatasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara resah akibat penghentian operasional maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) yang selama ini melayani penerbangan ke pedalaman Kaltara. 

Sebagai wujud kekecewaan keputusan pemerintah membekukan izin operasional MAF, Senin (27/11) lalu warga perbatasan dan pedalaman Kaltara menggelar aksi unjuk rasa.

Salah satu bandara perintis di Kecamatan Kayan Hilir yang biasa digunakan warga tiga desa diblokir sekitar pukul 11.00. Pantuan Tribun Kaltim, ratusan warga berdiri berderet membuat pagar betis di atas landasan pacu. Mereka menghalau pesawat Susi Air yang sempat mendarat di bandara tersebut.

Baca: Tanggapi Reuni Alumni 212, Din Syamsuddin: kok Kaya Sekolah Ya

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Sugeng Daryanto mengungkapkan, setelah dihentikan penerbangan MAF khususnya ke Kecamatan Kayan Hilir, membuat salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu kesulitan mengakses daerah lain.

Harga bahan kebutuhan pokok melonjak sampai 200 persen. Banyak warga sudah tak mampu lagi membeli kebutuhan pokok.

"Yang kami sayangkan, kami masyarakat Apo Kayan mayoritas memilih Joko Widodo pada pemilihan Presiden saat Pilpres 2014 lalu. Tapi setelah terpilih jadi presiden kok seperti ini. Seperti contoh penghentian penerbangan MAF di perbatasan dan pedalaman Kaltara. Hal ini sangat melukai hati kami," ujar Sugeng kepada Tribun di lokasi Bandara Perintis Kayah Hilir.

Baca: 5 Fenomena Alam yang Terjadi Jelang Meletusnya Gunung Agung

Menurut Sugeng, penghentian penerbangan MAF terkesan berbau politis. Pasalnya maskapai Susi Air merupakan milik salah satu Menteri di Kabinet Presiden Jokowi.

Secara nyata penghentian penerbangan ini (MAF) untuk kepentingan satu pihak dan merugikan kepentingan masyarakat pedalaman dan perbatasan.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help