Advertorial
Bangkitkan Gairah Ekonomi Kaltim, Ini yang Ditawarkan Safaruddin
Dalam situasi seperti inilah diperlukan sosok pemimpin yang tepat memenuhi urgensi Kaltim dan masyarakatnya.
BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi Kaltim merosot selama 2 tahun terakhir, penyebabnya selalu ditimpakan pada kondisi perekonomian nasional yang juga melesu dan jatuhnya harga komoditas di pasaran global.
Jika pemerintah, pengusaha, dan masyarakat Kaltim tidak segera aware dengan kondisi ini, kekhawatiran bahwa perekonomian Kaltim akan memasuki masa resesi bisa menjadi kenyataan.
Ekonomi biaya tinggi masih jadi ganjalan investasi.
Investasi ke Kaltim melulu masuk ke sektor-sektor pertambangan dan industri perkebunan, bukan ke sektor manufaktur yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.
Sogok, suap (gratifikasi), pungutan liar (pungli) seperti yang telah terjadi dan terbukti di Kaltim-lah penyebab ekonomi biaya tinggi itu.
Baca: Dishub Pastikan Masih Ada Frekuensi Penerbangan Subsidi di Kaltara Sampai . . .
Baca: Kartika Ajie Bergabung ke Arema, Pelatih Singo Edan Mengaku Bakal Ada Persaingan Ketat
Baca: Pulang Syuting film Horor, Badan Sophia Latjuba Penuh Noda Biru,dijilat Setan?
Daya beli masyarakat menurun. Lapangan kerja menyempit. Krisis membayang.
Dalam situasi seperti inilah diperlukan sosok pemimpin yang tepat memenuhi urgensi Kaltim dan masyarakatnya.
Figur pemersatu elit-elit lokal, dengan kaliber nasional.
Figur yang sudah terbukti sanggup memperbaiki kinerja institusi nasional yang dipimpinnya, mengubah kompetisi menjadi sinergi yang membawa kebaikan bersama. H. Safaruddin pasti pas untuk Kaltim
"Saya akan buat Kaltim Swasembada pangan. Saya akan memberikan masyarakat mengonsumsi beras yang murah.
Baca: Tembus Rp 270 Juta, Morgan Stanley Ingatkan Harga Bitcoin Bakal Hanya Nol. Ini Indikasinya
Baca: Banyak Kebocoran, Parkir Tepi Jalan di Samarinda Akan Gunakan Cara Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/safaruddin_20171227_144559.jpg)