Advertorial

Bangkitkan Gairah Ekonomi Kaltim, Ini yang Ditawarkan Safaruddin

Dalam situasi seperti inilah diperlukan sosok pemimpin yang tepat memenuhi urgensi Kaltim dan masyarakatnya.

Bangkitkan Gairah Ekonomi Kaltim, Ini yang Ditawarkan Safaruddin
HO
H. Safaruddin memantau stabilitas harga pangan sambil berdialog dengan para pedagang di salah satu pasar Kalimantan Timur baru-baru ini. 

BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi Kaltim merosot selama 2 tahun terakhir, penyebabnya selalu ditimpakan pada kondisi perekonomian nasional yang juga melesu dan jatuhnya harga komoditas di pasaran global.

Jika pemerintah, pengusaha, dan masyarakat Kaltim tidak segera aware dengan kondisi ini, kekhawatiran bahwa perekonomian Kaltim akan memasuki masa resesi bisa menjadi kenyataan.

Ekonomi biaya tinggi masih jadi ganjalan investasi.

Investasi ke Kaltim melulu masuk ke sektor-sektor pertambangan dan industri perkebunan, bukan ke sektor manufaktur yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. 

Sogok, suap (gratifikasi), pungutan liar (pungli) seperti yang telah terjadi dan terbukti di Kaltim-lah penyebab ekonomi biaya tinggi itu.

Baca: Dishub Pastikan Masih Ada Frekuensi Penerbangan Subsidi di Kaltara Sampai . . .

Baca: Kartika Ajie Bergabung ke Arema, Pelatih Singo Edan Mengaku Bakal Ada Persaingan Ketat

Baca: Pulang Syuting film Horor, Badan Sophia Latjuba Penuh Noda Biru,dijilat Setan?

Daya beli masyarakat menurun. Lapangan kerja menyempit. Krisis membayang. 

Dalam situasi seperti inilah diperlukan sosok pemimpin yang tepat memenuhi urgensi Kaltim dan masyarakatnya.

Halaman
1234
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved