Cerita Pengemis Tajir, Pagi Meminta-minta Malam Jalankan Bisnis. Punya 3 Istri dan 20 Karyawan

Meski kini sudah amat mapan secara ekonomi, Chhota mengaku belum akan "pensiun" mengemis.

Cerita Pengemis Tajir, Pagi Meminta-minta Malam Jalankan Bisnis. Punya 3 Istri dan 20 Karyawan
tumbir
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, PATNA - Sungguh luar biasa kehidupan Chhotu Baraik (40) warga kota Chakradharpur, negara bagian Jharkand, India ini.

Bagaimana tidak, pria yang cacat kedua kakinya itu pada siang hari berprofesi sebagai pengemis, tetapi siapa sangka ternyata dia juga seorang pengusaha.

Tak hanya itu Chhotu hidup bahagia dengan tiga istriya, dan salah seorang istri ikut mengelola tokonya.

Chhotu mengatakan, dia menggunakan uangnya dari hasil mengemis untuk mengembangkan bisnisnya. Pendapatan Chhotu dari mengemis bisa mencapai 30.000 rupee atau Rp 6,3 juta sebulan.

"Awalnya saya berusaha keras memenuhi kebutuhan saya, tetapi kemiskinan terus mengikuti seperti bayangan diri saya," kata Chhotu.

"Lalu saya mulai mengemis dan mendapatkan penghasilan yang lumayan. Saya kemudian menginvestasikan uang itu ke beberapa bisnis untuk mendapatkan keuntungan," kata Chhotu lagi.

Kini setelah dia memiliki toko perabotan yang dikelola salah satu istrinya dan menjadi distributor peralatan kesehatan ternama di India, pendapatannya melonjak hingga 1 juta rupee atau lebih dari Rp 200 juta sebulan.

Tak hanya itu, Chhota juga bisa menggaji 20 orang karyawan yang menjalankan bisnisnya. Meski demikian, di pagi hari Chhota tetap mengemis.

Namun, di sore hari usai mengemis, Chhota bersalin wajah. Dia mengenakan kemeja dan dasi lalu memimpin rapat di perusahaannya.

Selain mapan secara keuangan, Chhota mengaku dia amat bahagia bersama ketiga istrinya yang hidup rukun.

"Istri pertama saya mengelola toko perabotan. Pemasukan dari mengemis dan bisnis pemasaran saya bagikan rata kepada ketiga istri. Sehingga tak ada perselisihan di antara mereka," tambah dia.

Meski kini sudah amat mapan secara ekonomi, Chhota mengaku belum akan "pensiun" mengemis.

[Ervan Hardoko, Kompas.com/Gulf News]

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help