Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus Aping Ikut Dimusnahkan di Polres Nunukan

Ini dari empat LP yang asal barangnya semuanya dari Malaysia. Ini tangkapan pertengahan Desember 2017 sampai awal Januari 2018

Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus Aping Ikut Dimusnahkan di Polres Nunukan
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi SIK, Kamis (11/1/2018) di halaman Mapolres Nunukan memusnahkan barang bukti sabu seberat 1,2 kilogram disaksikan para tersangka kasus tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi SIK bersama sejumlah pejabat terkait, Kamis (11/1/2018) di halaman Mapolres Nunukan memusnahkan barang bukti sabu seberat 1,2 kilogram. Sabu tersebut merupakan tangkapan sebulan terakhir.

"Ini dari empat LP yang asal barangnya semuanya dari Malaysia. Ini tangkapan pertengahan Desember 2017 sampai awal Januari 2018,"ujar Kapolres Nunukan.

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara melarutkannya ke dalam air yang tersedia pada suatu wadah. Setelah memastikan sabu yang diaduk itu telah larut seluruhnya dalam air, barulah campuran itu dibuang ke lubang WC.

Kapolres merincikan, barang bukti yang dimusnahkan itu berasal dari Muhammad Hidayat alias Abu bin Abdul Rahman yang ditangkap 20 Desember 2017 di Jalan Mulawarman, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Barang bukti sabu seberat 103,96 gram itu disimpan Muhammad Hidayat di celana dalam yang dikenakannya.

Barang bukti lainnya berasal dari tersangka Ratno alias Rano bin Saharuddin yang ditangkap 27 Desember 2017. Tersangka diamankan di Dermaga Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat bersama barang bukti sabu seberat 1.050,01 gram. Barang bukti tersebut disimpan pelaku di termos elektrik.

Polisi juga memusnahkan barang bukti hasil tangkapan pada 28 Desember 2017 di Jalan Hasanuddin, RT 002, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Polisi mengamankan sabu sebanyak 23 bungkus plastik transparan ukuran berbeda-beda. Barang bukti sabu seberat 11,99 gram itu diperoleh di dalam dompet pelaku, Wardi alias Gondrong bin Kamaruddin.

Sedangkan barang bukti lainnya berasal dari tangkapan pada 1 Januari 2018 di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sebatik Timur. Barang bukti sabu seberat 96,48 gram milik Sapri alias Aping bin Sappe ini disimpan dalam anusnya.

"Kasus terakhir modusnya paket sabu dalam anus. Pelaku nekat untuk meloloskan barangnya sampai sampai mau memasukkan sabu dalam anusnya," ujarnya.

Dia memastikan para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancamannya pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help