Telat 6 Menit Pasangan Sabirin-Tajuddin Gagal Mendaftar di KPU Tarakan

Namun pasangan ini ditolak atau tidak diterima oleh KPU karena batas waktu pendaftaran balon telah ditutup, pukul 24.00,

Telat 6 Menit Pasangan Sabirin-Tajuddin Gagal Mendaftar di KPU Tarakan
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo dan 4 anggota komisi sibuk melihat berkas dokumen salah satu pasangan balon beberapa waktu lalu saat melakukan pendaftaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pada hari terakhir pendaftaran, ada satu pasangan bakal calon (balon) walikota dan wawali Tarakan, Sabirin Sanyong-Tajuddin Tuwo (Santun) mendatangi Rumah Pintar Pemilu Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan.

Namun pasangan ini ditolak atau tidak diterima oleh KPU karena batas waktu pendaftaran balon yang ingin maju di Pilkada Tarakan telah ditutup, pukul 24.00, Rabu (10/1/2018). Sedangkan pasangan balon Santun mendaftar pukul 00.06, Kamis (11/1/2018).

"Karena beliau berdua mendaftar ke Kantor KPU Tarakan, sudah jam 12 lewat 6 menit, berarti sudah lewat waktunya, karena lebih 6 menit itu sudah masuk jadwal Kamis (11/1/2018). Kami membuka pendaftaran pasangan balon hanya tiga hari mulai 8 hingga 10 Januari," ucap Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo, Kamis (11/1/2018) di ruang kerjanya.

Teguh menegaskan, di Pilkada Tarakan ini pihaknya harus menjalankan sesuai dengan aturan dan pedoman yang telah ada. "Kami ikuti aturan dan pedoman yang ada. Untuk pendaftaran pasangan balon hanya tiga hari. Lewat dari itu tidak bisa diterima," katanya.

Menurut Teguh, meskipun ia tidak menerima berkas dokumen Santun, namun pihaknya tetap memperbolehkan Santun masuk ke dalam Rumah Pintar Pemilu hanya sekadar mengambil foto atau dokumentasi yang menyatakan pasangan Santun telah datang ke KPU Tarakan untuk mendaftar, tapi akhirnya berkas dokumen tidak diterima, karena telat 6 menit.

Diakui Teguh, sebelumnya tim pasangan Santun sempat konfirmasi kepada KPU akan mendaftar di hari terakhir, pukul 20.00 Wita. Tapi tiba-tiba tim pasangan Santun mengonfirmasi diundur sampai pukul 22.00 Wita.

"Tapi ternyata tidak ada dan asumsi kita yah paling sudah habis. Meskipun begitu kami tetap tunggu sampai jam 12 malam dan ternyata jam 12 lewat 6 menit beliau datang mendaftar. Yah tidak kami terima karena waktu pendaftaran sudah lewat," katanya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help