TribunKaltim/

Keren Nih! Di Pertamina Hulu Mahakam, Ada Puluhan Nakhoda Kapal Perempuan

Satu-satunya perempuan di kapal tumpangan pekerja migas itu, Jayanti Reski Pabita, sang nakhoda.

Keren Nih! Di Pertamina Hulu Mahakam, Ada Puluhan Nakhoda Kapal Perempuan
TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO
Jayanti Reski Pabita, sang nakhoda water jet yang sudah 2 tahun hilir mudik antar jemput kru pekerja migas lepas pantai di wilayah kerja Mahakam, yang kini dioperasikan Pertamina Hulu Mahakam. Di tempat kerjanya, terdapat 20 orang nakhoda perempuan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kapal water jet berpenumpang sekitar 20 orang membawa rombongan membelah lautan 11 km dari Terminal Senipah, Kutai Kartanegara yang merupakan bagian dari Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) menuju tanker MT Gede bermuatan 150 ribu barrel minyak dan kondensat.

Satu-satunya perempuan di kapal tumpangan pekerja migas itu, Jayanti Reski Pabita, sang nakhoda.

Kebetulan, Jumat (12/1/2018) di hari bersejarah dalam industri perniagaan nasional ini, Tribun bersama sejumlah wartawan lainnya berkesempatan mengikuti prosesi pengapalan perdana minyak PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di wilayah Kerja Mahakam itu.

Seperti biasa, di setiap lokasi yang kunjungi ada berbagai macam standar keamanan yang musti dipatuhi tiap orang, termasuk rombongan, yang hari itu diberikan tanda pengenal bertuliskan VIP Visitors.

Standar keamanan berlapis terasa saat masuk ke dermaga penyeberangan.

Hanya untuk menyeberang empat langkah menuju kapal cepat, tiap penumpang dengan pakaian safety lengkap, wajib mengenakan jaket pelampung keselamatan.

Powerjet melaju dengan kecepatan sekitar 20 knot/jam, ombak kecil yang bergerak di laut siang itu, membuat perjalanan terasa santai, sesekali kapal dihantam gelombang dan bergoyang, namun tetap stabil.

"Ombak begini seperti kaya melewati jalan baru diaspal," kata Yusak Martin Hoan, pekerja dari Departemen Logistik Offshore Operation Pertamina Hulu Mahakam yang mengawal rombongan membuka pembicaraan dengan nada halus setengah bercanda.

Totalnya ada 9 unit kapal milik PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari, subkontraktor PMH untuk menunjang operasional migas Offshore/lepas laut di SPS.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help