Pasar Induk Senaken Terbakar, Pemkab Paser Antisipasi Jangan sampai Ada yang Ambil Untung

Pasar Induk Senaken adalah urat nadi perekonomian daerah, jadi tidak aktifitas ekonomi disana tidak boleh putus.

Pasar Induk Senaken Terbakar, Pemkab Paser Antisipasi Jangan sampai Ada yang Ambil Untung
Tribun Kaltim/Sarassani
Aktivitas di Pasar Induk Senaken, usai terbakar Jumat (12/1/2018). 

TANA PASER, TRIBUN - Pemkab Paser, Jumat (12/1), menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk merumuskan langkah yang tepat dan cepat dalam membantu pedagang korban kebakaran. Pasca kebakaran, Kamis malam (11/1), pedagang kehilangan 804 lapak/kios sebagai tempat berjualan.

Dihadiri Asisten I Setda Paser H Asmuni Samad, unsur dari Polres Paser, Kodim 0904/Tng. Rakor yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Paser ini dibuka Asisten II Setda Paser H Karoding.

"Sesuai arahan Pak Bupati (H Yusriansyah Syarkawie, Bupati Paser), Pasar Induk Senaken adalah urat nadi perekonomian daerah, jadi tidak aktifitas ekonomi disana tidak boleh putus," kata Karoding.

Baca: 804 Kios di Pasar Senaken Paser Hangus, Ini yang Dilakukan para Pedagang

Baca: Pasar Senaken Dilalap Si Jago Merah, Api Membubung Tinggi

Oleh karena itu, lanjut Karoding, rakor ini menghadirkan sejumlah SKPD terkait. Seperti Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop&UKM) Paser, Ardiansyah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan DPKPP) Khairul Saleh, Kepala Dishub Paser Fadriansyah, Kepala Pelaksana BPBD Paser Edwar Effendi, Camat Tanah Grogot Siti Makiah, perwakilan Dinas Pekerjaan Unum dan Tata Ruang (DPUTR) dan perwakilan SKPD lainnya.

"Ada dua pihak yang dirugikan akibat musibah kebakaran ini, yakni Pemkab Paaer sebagai pemilik aset bangunan pasar dan pihak pedagang yang barang dagangannya hangus terbakar. Nah, yang perlu diantisipasi jangan sampai ada orang luar (bukan pedagang yang jadi korban) mendapat keuntungan daei kejadian ini, makanya jumlah pedagang yang jadi korban harus benar-benar akurat," ucapnya.

Tidak itu saja, rakor juga harus merumuskan lokasi sementara bagi pedagang korban kebakaran bisa berjualan kembali. Bagaimana teknisnya di lapangan, apakah diperlukan biaya untuk pembangunan lapak/kios sementara? Hal itu juga harus disepakati. "Jadi setiap langkah kita untuk membantu pedagang sudah tergambar dari rumusan itu," tambahnya. (aas)

Penulis: Sarassani
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help