TribunKaltim/

Pembangunan Infrastruktur Gas PGN Terkendala

Jika di pulau Jawa transportasi gas banyak menggunakan pipa, maka di Indonesia Timur justru tidak bisa menggunakan pipa gas.

Pembangunan Infrastruktur Gas PGN Terkendala
TRIBUN KALTIM/AMANDA LIONY
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja (kedua dari kanan) saat melakukan pengecekan pengerjaan jaringan gas di Balikpapan, bulan September 2016 silam. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sejak tahun lalu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana membangun infrasturktur gas di Indonesia Timur. Namun rencana tersebut belum juga terealisasi.

Direktur Komersial PGN, Danny Praditya mengatakan, rencana PGN untuk membangun infrastuktur gas di Indonesia Timur tetap berjalan. "Kami sama-sama semua stakeholder ingin ada akselerasi untuk infrastruktur. Insya Allah kami bisa bersinergi untuk mengakselerasi," kata Danny, Kamis (8/2).

Namun menurut Danny, PGN masih perlu melakukan finalisasi rencana pembangunan infrastuktur gas di Indonesia Timur tersebut.

Perseroan itu pun saat ini masih mengintegrasikan seluruh infromasi untuk membuat rencana pembangunan infrastruktur gas yang baik dan realistis. Sebab membangun infrastruktur gas di Indonesia Timur tidak mudah.

Danny bilang kebutuhan gas di wilayah Indonesia Timur memang cukup banyak terutama dengan adanya kebutuhan gas dari PLN, industri, hingga smelter. Namun untuk menyuplai gas ke wilayah Indonesia Timur dibutuhkan infrastruktur yang berbeda dari Pulau Jawa. Jika di pulau Jawa transportasi gas banyak menggunakan pipa, maka di Indonesia Timur justru tidak bisa menggunakan pipa gas.

Wilayah Indonesia Timur juga terdiri dari banyak pulau kecil yang letaknya tersebar. Oleh sebab itu untuk menyuplai gas ke wilayah Indonesia Timur dibutuhkan receiving terminal untuk LNG dan kapal-kapal pengangkut LNG berukuran medium.

Untuk itulah PGN memerlukan waktu untuk merancang rencana pembangunan infrastuktur gas. Danny juga belum bisa menyebut jumlah capital expenditure (capex) tahun ini. Apalagi menurutnya, capex PGN di tahun 2018 bisa berubah terus seiring dengan berjalannya Holding BUMN Migas.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan capex PGN dalam Rapat Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 sebesar US$ 668 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastuktur di Indonesia Timur. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help