TribunKaltim/

Demi Hal Ini, Zumi Zola Terpaksa Beri Uang 'Ketok Palu' Kepada Anggota DPRD

liennya dan pejabat Pemprov Jambi terpaksa memenuhi permintaan "uang ketok" tersebut

Demi Hal Ini, Zumi Zola Terpaksa Beri Uang 'Ketok Palu' Kepada Anggota DPRD
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Zumi Zola 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Gubernur Jambi, Zumi Zola, sebagai tersangka penerima gratifikasi Rp 6 miliar dari fee sejumlah proyek yang dikumpulkan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arfan.

Uang tersebut di antaranya diperuntukkan sebagai uang "ketok palu" pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi Tahun Anggaran 2018.

Baca: Ternyata Ini Penyebab Meninggalnya Advent Bangun, Bagaimana Kemudian Kabar Barry Prima?

Kuasa hukum Gubernur Jambi Zumi Zola, Muhammad Farizi, menyatakan kliennya dan pejabat Pemprov Jambi terpaksa memenuhi permintaan "uang ketok" tersebut karena adanya ancaman tidak disahkannya RAPBD Pemprov Jambi.

"Dari sisi hukum mencermati fakta yang ada masalah ini diawali dengan adanya pemaksaan berupa 'uang ketok' yang diminta oknum di DPRD. Ancaman yang diberikan adalah, mereka tidak akan hadir dalam rapat paripurna pembahasan RAPBD 2018 jika 'uang ketok' itu tidak dikabulkan," ujar Farizi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Baca: Belahan Dadanya Terlihat Saat Foto, Ashanty Panen Nyinyiran Netizen

Menurutnya, Zumi Zola selaku gubernur dan beberapa pejabat Pemprov Jambi sempat menyepakati untuk tidak mengabulkan permintaan itu.

Namun pihak oknum DPRD tetap memaksa dengan ancaman serupa hingga akhirnya direalisasikan permintaan tersebut.

"Akhirnya pemaksaan itu dituruti," ungkapnya.

Zumi Zola berharap empat pejabat Pemprov Jambi yang telah ditetapkan tersangka dapat menceritakan adanya paksaan dalam proses pembahasan RAPBD Jambi 2018 itu kepada penyidik KPK.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help