Pilgub Kaltim 2018

Memasuki Masa Kampanye, Hetifah Ajak Paslon Tidak Pasang Algaka Sembarangan

Pelaksanaan masa kampanye, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2018 yang dimulai Kamis (15/2).

Memasuki Masa Kampanye, Hetifah Ajak Paslon Tidak Pasang Algaka Sembarangan
HO
Hetifah, Anggota Komisi II DPR RI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pelaksanaan masa kampanye, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang dimulai Kamis (15/2). Waktu kampanye ini akan berakhir pada 24 Juni 2018 mendatang.

Masing-masing pasangan calon atau tim sukses calon diminta tertib dalam memasang alat peraga kampanye (Algaka). Hal ini seperti disampaikan Hetifah, Anggota Komisi II DPR RI kepada tribunkaltim.co, Kamis (15/2).

Dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan Peraturan KPU No. 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pilkada sudah diatur pemasangan alat peraga kampanye.

Baca: Rizal Effendi Tutup Pintu Politik terhadap Jaang di Pilgub 2018

Dikemukakan, algaka tidak boleh dipasang di tempat ibadah termasuk halaman, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah. Alat peraga juga tidak diperbolehkan dipasang di lembaga pendidikan (gedung dan sekolah).

Terkait penentuan tempat-tempat pemasangan alat peraga kampanye, menurut Hetifah hal ini menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah daerah dengan KPUD setempat. Pemasangan alat peraga juga harus memperhatikan ketertiban dan keindahan di lokasi.

"Prinsip pengaturan mengenai pemasangan alat peraga kampanye adalah tetap memperhatikan estetika, keindahan dan kebersihan. Jangan karena sedang Pilkada, kemudian banyak spanduk-spanduk dipasang sembaranga sehingga menganggu keindahan dan kebersihan kota", lanjut Hetifah.

Baca: Dari Kendaraan hingga Tim Kampanye Paslon akan Dipantau

Hetifah berharap seluruh peserta Pilkada mengetahui dan mematuhi aturan tersebut. Menurutnya, Penyelenggara Pemilu bersama Pemda berhak melepas alat peraga kampanye yang menyalahi aturan. (*)

Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help