Waspada, Identitas Nasabah Rawan Bocor! Ini Cara Mengetahuinya

“Saya melapor kejadian ini ke call center dan langsung memblokir kartu kredit,” ungkap Joe saat dikonfirmasi oleh Kontan.co.id.

Waspada, Identitas Nasabah Rawan Bocor! Ini Cara Mengetahuinya
jamilkusuka.wordpress
Ilustrasi penipuan (jamilkusuka.wordpress) 

> Modus Memberitahukan Hadiah Voucher Rp 10 Juta
> Oknum Meminta Tiga Digit Angka Belakang Kartu

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tindak pencurian data nasabah perbankan sepertinya kembali marak terjadi. Pasalnya, berdasarkan sumber Kontan.co.id, terdapat korban yang mengaku data pribadi mereka yang ada di perbankan telah dimiliki oleh orang yang bukan petugas bank.

Salah satu korban yang tidak ingin disebutkan namanya bercerita bahwa data nasabah miliknya pada kartu kredit Bank BRI telah diketahui orang yang mengaku sebagai pegawai Bank BRI.

Menurutnya, kejadian ini terjadi pada awal bulan Februari 2018. Saat itu dia mendapatkan telpon dari orang yang mengaku sebagai pegawai Bank BRI dan diberi tahu bahwa pihaknya telah mendapatkan hadiah voucher senilai Rp 10 juta.

Kemudian oknum tersebut menyebutkan semua data rahasia korban dengan lengkap dan benar seperti nama lengkap, tanggal lahir dan nama ibu. Data tersebut merupakan data rahasia nasabah yang tidak boleh disebar luaskan.

“Saya mula curiga dan membantah semua verifikasi data dari penelepon, walaupun data tersebut benar,” ungkapnya saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (7/2/2018).

Selang telpon pertama, muncul lagi telpon kedua yang mengaku sebagai supervisor penelepon pertama dan menggunakan modus yang sama dalam verifikasi data. Namun tetap ditolak karena korban curiga.

Kemudian pihaknya menelpon call center Bank BRI dan menceritakan kejadian tadi. Pihak BRI melalui call center menyatakan sebelumnya juga pernah ada kasus seperti ini dan disarankan untuk segera memblokir kartu kredit sebagai antisipasi.

Pun, korban kedua yang bernama Joe, menjelaskan pihaknya juga pernah mengalami modus yang sama di salah satu bank besar di Indonesia pada bulan Februari lalu. Data kartu kreditnya berhasil diketahui oleh orang yang mengaku petugas bank.

Dia mendapatkan telepon dari oknum yang mengaku pegawai bank dan memverifikasi semua data nasabah yang sifatnya rahasia tersebut. Kecurigaan muncul dan akhirnya oknum tersebut menutup sambungan telpon secara mendadak.

Halaman
12
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help