Impor Kedelai Stabil Walau Rupiah Merosot

Menanggapi hal ini, Yus'an berpendapat jumlah impor akan berkurang seiring dengan peningkatan produksi.

Impor Kedelai Stabil Walau Rupiah Merosot
SHUTTERSTOCK
Susu kedelai 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Hingga Maret 2018, jumlah impor kedelai masih stabil seperti tahun sebelumnya. Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Yus'an mengatakan, hingga bulan ini, impor kedelai sekitar 400.000 - 450.000 ton.

"Pada dasarnya impor tetap karena kebutuhan relatif sama. Namun, akibat kurs rupiah melemah maka harga menyesuaikan," ujar Yus'an kepada Kontan.co.id, Sabtu (10/3).

Menurut Yus'an, secara tahunan, jumlah impor kedelai hanya meningkat sekitar 3%. Peningkatkan ini dipicu oleh peningkatkan kebutuhan, khususnya untuk kebutuhan bahan baku tahu dan tempe. Yusan mengatakan, kedelai yang diimpor ini memang lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan perajin tahu dan tempe.

Sebagai perbandingan, pada 2016 lalu, jumlah impor kedelai sebanyak 2,26 juta ton sementara hingga Oktober 2017 jumlah impornya berkisar 2,34 juta ton.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, pemerintah sedang dalam tahap mempersiapkan pengurangan jumlah impor kedelai. Pasalnya, produksi kedelai baru mengalami peningkatan.

Menanggapi hal ini, Yus'an berpendapat jumlah impor akan berkurang seiring dengan peningkatan produksi.

"Kalau produksi di dalam negeri sesuai keinginan perajin tempe dan tahu pasti mengutamakan di dalam negeri. Apalagi kalau harganya sesuai," kata Yus'an. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved