Pertamina Tagih Pemerintah Rp 20 Triliun

Dana tersebut digunakan untuk pengembangan lapangan Jambaran-Tiung Biru, alih kelola Blok Mahakam, dan pengembangan geothermal.

Pertamina Tagih Pemerintah Rp 20 Triliun
Sarassani/ Tribun kaltim
Mulai 1 Oktober 2017, SPBU Jl. Sudirman Grogot, Kabupaten Paser tidak lagi malayani penjualan premium. Ini untuk mengurangi kepadatan para pembeli BBM yang memnganggu kantor KPU Paser yang berasa di sebelahnya. 

> Menjaga Arus Kas dan Investasi Infrastruktur Hilir Migas

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pemerintah telah memutuskan untuk menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tetap sama hingga 2019 di tengah harga minyak yang cenderung naik. Untuk meringankan beban Pertamina, pemerintah berencana menambah subsidi solar menjadi Rp 1.000 per liter.

Biarpun begitu, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, Gigih Prakoso mengatakan Pertamina tetap harus melakukan efisiensi dalam proses bisnis sehingga ada dana untuk melakukan investasi.

Selain itu, Pertamina juga berharap bisa mendapatkan dana segar dari pemerintah berupa pembayaran tagihan subsidi BBM.

Dari data Kementerian Keuangan, utang pemerintah ke Pertamina untuk subsidi solar untuk tahun 2016 sekitar Rp 20 triliun. Menurut Gigih, dana tersebut bisa digunakan untuk menjaga arus kas (cash flow).

"Walaupun harga BBM tidak naik mudah-mudahan kami masih bisa pertahankan supaya kita profit. Cash flow kami tetap bicara dengan pemerintah supaya tagihan-tagihan bisa dibayar. Dengan demikian masih ada investasi, bisa kami alokasikan investasi," kata Gigih pada Senin (12/3).

Lebih lanjut Gigih bilang Pertamina harus terus melakukan investasi. Terutama untuk menjaga produksi migas dan membangun infrastuktur hilir migas.

"Karena investasi tidak boleh berhenti, terutama untuk di hulu peningkatan produksi, untuk pembangunan kilang, di pemasaran untuk infrastruktur, juga di gas perlu dibangun,"pungkasnya.

Pada tahun ini Pertamina menganggarkan belanja modal (capex) sebesar US$ 5,59 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi si sektor hulu migas mencapai 59% atau sebesar US$ 3,29 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pengembangan lapangan Jambaran-Tiung Biru, alih kelola Blok Mahakam, dan pengembangan geothermal.

Halaman
12
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved