Pemkot Tarakan Usulkan 528 Formasi CPNS, Paling Banyak Tenaga Guru 305 Orang

Formasi CPNS ini telah dikirim BKPP Kota Tarakan, kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi

Pemkot Tarakan Usulkan 528 Formasi CPNS, Paling Banyak Tenaga Guru 305 Orang
Tribun Kaltim/Junisah
Kepala Bidang Perencanaan dan Mutasi, BKPP Kota Tarakan, Amas Ramadhan Harahap. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kabar gembira bagi masyarakat Kota Tarakan di tahun 2018, Pemkot Tarakan melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) telah mengusulkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 528 formasi di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Formasi CPNS ini telah dikirim BKPP Kota Tarakan, kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 12 Februari 2018. Untuk itu BKPP, masih menunggu informasi dari KemenPAN-RB, apakah formasi CPNS yang diusulkan disetujui atau jumlahnya berkurang.

Kepala Bidang Perencanaan dan Mutasi, BKPP Kota Tarakan, Amas Ramadhan Harahap mengungkapkan, pihaknya memberikan usulan formasi CPNS tersebut, setelah mendapatkan surat dari KemenPAN-RB pada 13 Desember 2017 terkit kebutuhan PNS tahun 2018.

"Di dalam surat itu ada penekanan-penekanan kebutuhan fungsional tertentu yaitu dibutuhkan tenaga pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Mendapat surat ini kami langsung menyurati masing-masing dinas terkait, karena KemenPAN-RB meminta tenaga kesehatan dan pendidikan," ujarnya, Rabu (21/3/2018) di ruang kerjanya.

Amas berharap, usulan formasi yang telah dikirim kepada KemenPAN-RB dapat disetujui. Pasalnya pengalaman sebelumnya, usulan formasi bisa saja disetujui semua, namun bisa juga berkurang tergantung dari kuota yang diberikan KemenPAN-RB.

"Karena kuota CPNS ini kan dibagi-bagi di seluruh daerah di Indonesia, jadi masyarakat Tarakan yang ingin menjadi CPNS yah berdoa saja mudah-mudahan usulan formasi CPNS yang kita kirim ini dapat disetujui semua. Itu juga harapan kami," ucapnya.

Amas mengatakan, sebanyak 528 formasi yang diusulkan ini terdiri dari 305 tenaga guru dan 223 tenaga kesehatan, seperti dokter spesialis, bidan dan perawat, termasuk tenaga infrastruktur salah satunya di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan.

"Saya juga sempat ngobrol dengan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Pak Awandi yang memberitahukan, bahwa di Kota Tarakan masih kekurangan guru SD sebanyak 123 guru. Begitupula dengan tenaga kesehatan masih kekurangan dokter spesialis seperti dokter spesialis saraf dan anastesi," ucapnya.

Amas mengatakan, dengan adanya formasi CPNS tahun ini, pihaknya berharap kekurangan guru dan dokter spesialis dapat terpenuhi. Apalagi sudah tiga tahun ini Pemkot Tarakan tidak pernah membuka pendaftaran CPNS sejak ada pemberlakuan moratorium.

"Kita membuka pendaftaran CPNS sekitar Juni tahun 2015, setelah itu tidak pernah ada lagi. Berarti sudah tiga tahun kita tidak pernah membuka pendaftaran CPNS. Yah mudah-mudahan formasi CPNS yang kita usulkan untuk kebutuhan PNS tahun 2018, dapat diterima KemenPAN-RB," ujarnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved