Pastor Antonio Basuh dan Cium Kaki 12 Umat
Setelah pastor mencium salib, sejumlah ibu- ibu berpakaian serba hitam mengelilingi salib sambil bernyanyi dan menaburkan bunga.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Ribuan umat Katolik, Jumat (30/3/2018) sore mengikuti Misa Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki Santo Gabriel di Jalan Pong Tiku, Kampung Tator, Kecamatan Nunukan.
Mereka memadati lingkungan gereja dari dalam hingga luar gedung gereja. Di bagian luar gedung gereja disediakan tempat duduk dilengkapi dengan tenda.
Dipimpin Pastor Antonio Razzoli, Misa Jumat Agung diwarnai ritual cium salib. Ritual itu sebagai penghormatan kepada Kristus yang tersalib.
Ritual penghormatan terhadap salib itu diawali dengan pengarakan salib yang masih terselubung kain berwarna ungu menuju ke altar.
Pastor kemudian membuka selubung mulai dari bagian atas, bagian kanan, lalu membuka sisanya pada bagian bawah.
Baca juga:
Panglima TNI Siapkan Pesawat Cassa, Angkut Sembako dan Penumpang ke Krayan
Pusamania Ingin Dejan Bekerja dengan Cinta
Striker Arab Saudi Segera Bertandang ke Markas Manchester United, Ini Tujuannya
Bukan Faktor Cedera, Sang Dokter Punya Penjelasan Lain soal Kepindahan Ibrahimovic ke LA Galaxy
Setelah pastor mencium salib, sejumlah ibu- ibu berpakaian serba hitam mengelilingi salib sambil bernyanyi dan menaburkan bunga.
Banyaknya umat yang hadir membuat prosesi cium salib berlangsung lebih dari satu jam.
Misa yang dimulai pukul 15.00 itupun baru berakhir sekitar pukul 18.00.
Malam sebelumnya, di gereja yang sama juga digelar Misa Kamis Putih. Pada misa tersebut, Pastor Antonio Razzoli membasuh dan mencium kaki 12 umat yang terpilih.
Kamis Putih mengenang perjamuan terakhir Kristus bersama 12 belas muridnya. Saat itu, Yesus juga membasuh kaki para muridnya.
“Kalau Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak akan menjadi pengikut-Ku,” kata Antonio menceritakan saat Yesus berbicara dengan salah satu muridnya sebelum membasuh kaki murid- muridnya. (*)