Pilgub Kaltim 2018

Bantah Paslon Nomor 2 Bagi-bagi Uang, Begini Penjelasan Rusman Ya'qub

Menurut dia, jika kegiatan kampanye di Gunung Tabur, pada Minggu1 April 2018 membagi-bagikan uang.

Bantah Paslon Nomor 2 Bagi-bagi Uang, Begini Penjelasan Rusman Ya'qub
TRIBUNKALTIM.CO/BUDHI HARTONO
Rusman Ya'qub, Anggota Komisi II DPRD Kaltim. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua tim pemenangan pasangan calon Gubernur Kaltim pasangan calon‎ nomor 2, Rusman Ya'qub membantah jika terjadi dugaan pelanggaran bagi-bagi uang di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau.

Bahwa sebaliknya, tim pemenangan membeli alat peraga berbentuk dua Jari. 

"Itu bukan bagi-bagi uang. Justru kami beli itu (gambar du jari) dari pada kami pesan lagi," kata Rusman Yaqub, memberikan alasan, saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (13/4/2018).

Baca: Pasar Tradisional Jamaker Harus Menerapkan SNI, Ini Sebabnya

Menurut dia, jika kegiatan kampanye di Gunung Tabur, pada Minggu1 April 2018 membagi-bagikan uang, maka dianggap tindakan konyol.

"Kita ini tahu aturan juga. Kalau itu dianggap bagi-bagi uang, ya konyol dong," tegasnya. 

Terlepas apakah dugaan pelanggaran itu bagi-bagi uang atau tidak, Rusman membantah bahwa yang terekam dalam video oleh Panwascam, bukan cawagub Awang Ferdian Hidayat.

Baca: Polisi Amankan Puluhan Botol Miras Ilegal dari Dua Pedagang

"Mana ada si Ferdi? Itu bukan Ferdi, tapi itu tim pemenangan. Bukan membagi-bagi, tapi membelinya (alat peraga berlogo jari)," tambahnya.

Dalam laporan Panwaslu Berau, dipaparkan pelaku mengatakan bahwa ia hanya menjadi seorang relawan dan mengaku apa yang dilakukan tidak menjadi masalah di daerah lain (tidak disebutkan).

"Pelaku juga memberikan keterangan yang berubah-ubah," kata Hari Dermanto, anggota Bawaslu Kaltim.

Baca: Sudah Menikah Siri, Faisal Haris Jenguk Jennifer Dunn Tiga Kali Seminggu

Hasil kesimpulan tindaklanjut penanganan dugaan pelanggaran kampanye, berdasarkan hasil identifikasi dihubungkan dengan ketentuan pasal 187 huruf A ayat 1 dan ayat 2 undang-undang RI Nomor 10 tahun 2016, dijelaskan pasal 73.

Bahwa yang tidak termasuk memberikan uang atau materi lainnya, meliputi pemberian biaya makan-minum peserta kampanye, biaya transpor peserta kampanye, biaya pengadaan bahan kampanye pada pertemuan terbatas dan/atau pertemuan tatap muka dan dialog, dan hadiah lainnya berdasarkan nilai kewajaran dan kemahalan suatu daerah yang ditetapkan dengan Peraturan KPU, Undang-undang RI Nomor 10 tahun 2016. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help