TribunKaltim/

Bergulat dengan Polisi, Bandar Sabu pun Keok; Begini Nasibnya Sekarang

Ari tampak kewalahan menghadapi petugas opsnal. Kuncian mematikan dari salah seorang petugas, membuat dirinya mati kutu.

Bergulat dengan Polisi, Bandar Sabu pun Keok; Begini Nasibnya Sekarang
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Ariyanto alias Ari (36), bandar sabu du Balikpapan Barat saat diamankan jajaran Polsek Balikpapan Barat, Jumat (13/4/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Punggung bandar sabu di kawasan Balikpapan harus rela mencium aspal, usai dihempas anggota opsnal Polsek Balikpapan Barat.

Ariyanto alias Ari (36) mencoba kabur saat hendak ditangkap petugas, Jumat (14/4/2018).

Tim opsnal kemudian mengejar tersangka hingga ke kawasan Jalan Letjen Suprapto Sepaku RT 01, Margasari Balikpapan Barat. 

Baju tersangka berhasil dicapai tangan petugas, secepat kilat bantingan dilakukan.

Tersangka tersungkur di aspal. Kendati demikian ia masih mencoba melawan, hingga akhirnya pergulatan terjadi. 

Ia pikir, memiliki badan besar, jadi jaminan memenangkan duel dengan aparat berwajib.Tak memakan waktu lama, polisi membuat Ari bertekuk lutut.

Ari tampak kewalahan menghadapi petugas opsnal. Kuncian mematikan dari salah seorang petugas, membuat dirinya mati kutu.

Kedua tangannya pun langsung diborgol polisi. Ia kemudian langsung dimasukkan ke dalam mobil polisi.

"Penangkapan bandar ini merupakan pengembangan tangkapan sebelumnya. Dari keterangan pengedar bernama Apri, ia biasa ambil barang dengan Ari. Kita langsung lidik," kata Kapolres Balikpapan melalui Kapolsek Balikpapan Barat Kompol I Putu Yasa, Sabtu (14/4/2018).

Petugas membawa Ari menuju rumah kontrakan miliknya di Jalan Semoi RT 13 Nomor 25. Disaksikan ketua RT 13 dan warga, petugas melakukan penggeledahan rumah.

Hasilnya, mereka menemukan sabu dalam paket besar dengan berat 10,55 gram, paket sedang 3,67 gram dan paket kecil isi 4 bungkus seberat 4,37 gram.

"Total barang bukti sabu yang diamankan seberat sekitar 18 gram.  Disimpan dalam dompet warna hitam," beber Putu.

Selain itu petugas juga mengamankan puluhan flip bening kosong serta uang tunai Rp 1.445.000 dan Rp 300 ribu, 2 telepon genggam dan timbangan digital.

Warga Jalan Semoi ini dijerat pasal 114 jo 112 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help