Anggaran Rp 2 Miliar Dialihkan, Bagaimana Nasib Jalan Poros Kayan Hilir?

Jalan darat yang awalnya dapat ditempuh dari Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu selama kurang lebih dua jam, total tidak bisa ditempuh lagi.

Anggaran Rp 2 Miliar Dialihkan, Bagaimana Nasib Jalan Poros Kayan Hilir?
Dok Kecamatan Kayan Hilir
JEMBATAN RUSAK - Kendaraan dinas kecamatan saat akan melewati salah satu jembatan darurat yang rusak parah di Kecamatan Kayan Hilir. 

MALINAU, TRIBUN - Entah ada masalah apa atau seperti apa, anggaran dana sebesar Rp 2 miliar untuk perbaikan jalan poros menuju Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau dialihkan ke Pemprov Kaltara.

Padahal, sebelum dana itu direncanakan untuk perbaikan jalan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PU PRPKP) Malinau telah melakukan peninjauan ke lokasi yang akan diperbaiki.

Seperti diwartakan sebelumnya, tahun 2017 lalu ada kunjungan Kepala Dinas PU PRPKP ke Kecamatan Kayan Hilir untuk meninjau beberapa titik jalan di kecamatan tersebut yang sejak awal tahun 2017 putus akibat longsor. Akibat jalan longsor tersebut, beberapa desa di Kecamatan Kayan Hilir, yakni Desa Data Dian, Metun dan Sei Anai terisolir. Kebutuhan barang pokok untuk tiga desa tersebut sulit dikirimkan.

Jalan darat yang awalnya dapat ditempuh dari Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu selama kurang lebih dua jam, total tidak bisa ditempuh lagi.

Dua jalur saat itu dapat ditempuh masyarakat menuju tiga desa perbatasan dan pedalaman tersebut, yakni menggunakan jalur sungai dan jalur udara. Untuk jalur sungai, memerlukan kurang lebih 5 jam perjalanan menggunakan perahu ketinting. Sedangkan jalur udara, sangat terbatas karena adanya pembekuan salah satu maskapai penerbangan milik asing yang beroperasi di Apo Kayan.

Camat Kayan Hilir, Elpis Yehdija mengungkapkan, tidak mengetahui jelas soal dialihkannya dana tersebut ke Provinsi Kaltara. Padahal, sepengetahuannya dana tersebut telah dipastikan akan diberikan kepada Pemkab Malinau melalui Dinas PU PRPKP untuk digunakan memperbaiki jalan di kecamatannya yang sudah lebih satu tahun ini terputus.

"Saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya. Tapi saya dengar, dana itu diambil alih pemprov. Itu saja yang saya tau. Seperti saya ceritakan dulu, jalan yang mau diperbaiki sudahh ditinjau langsung oleh Kadis PU PRPKP untuk kemudian segera diperbaiki. Tapi, kalau posisinya seperti ini saya juga kurang tau kapan akan terlaksana perbaikannya," ujarnya.

Dimanapun dana tersebut ditempatkan, Elpis mengharapkan, agar jalan di kecamatannya dapat segera diperbaiki. Sebab, masyarakat Kayan Hilir saat ini sangat kesulitan atas banyaknya titik jalan menuju kecamatan tersebut rusak parah. Bukan hanya jalan, Elpis membeberkan, banyak jembatan darurat yang terbuat dari kayu telah ambruk dan sulit dilewati oleh kendaraan.

"Kalau menuju Kayan Hilir itu, selain jalan tanah kita juga akan melewati jembatan darurat yang terbuat dari kayu gelondongan. Kayu-kayu itu dibentang memanjang untuk menjembatani antara ruas jalan yang terputus. Nah, sekarang ini banyak jembatan-jembatan itu yang rusak parah dan dapat dikatakan terputus," paparnya.

"Jadi, untuk melewati jembatan itu kita harus sangat berhati-hati dan memerlukan keberanian yang tinggi. Sebab, salah-salah menyetir kendaraan maka kendaraan bisa terperosok masuk ke dalam jurang yang cukup curam. Bukan hanya satu jembatan, tapi ada beberapa jembatan yang seperti itu. Oleh karenanya, kami berharap agar dana yang telah dialokasikan untuk memperbaiki jalan dan jembatan di kecamatan kami dapat segera direalisasikan," lanjutnya. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved