Kamis, 30 April 2026

Hadapi Pilkada Kaltim, Ini Sikap Anggota Dharma Pertiwi

sebagai seorang istri prajurit perlu adaptasi pada zaman millenial. Tantangan semakin kompleks

Tayang:
Penulis: Budi Susilo | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Budi Susilo
Prosesi hantar tumpeng Ulang Tahun Dharma Pertiwi, saat dirayakan di aula Makodam IV Mulawarman pada Kamis (19/4/2018) pag 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Organisasi Dharma Pertiwi dalam mengarungi pemilihan kepala daerah Kalimantan Timur (Pilkada Kaltim) bersikap netral, para anggota Dharma Pertiwi dilarang tercemplung dalam politik praktis pilkada.

Demikian ditegaskan oleh Wiwid Subiyanto, Ketua Umum Dharma Pertiwi, saat memberikan sambutannya di aula Makodam IV Mulawarman pada Kamis (19/4/2018) pagi.

Kegiatan itu diikuti dari matra TNI Polri. Termasuk di antaranya dihadiri Pangdam IV Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto.

Baca: Polisi Geber Kasus Reklamasi, Ini Daftar 4 Menteri yang Sudah Diperiksa

Saat berikan pidato, Wiwid menjelaskan, sebagai seorang istri prajurit perlu adaptasi pada zaman millenial. Tantangan semakin kompleks perlu ada sikap yang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Perlu tanggap, cerdas, inovatif adaptif, mendukung perjuangan dalam tugas negara," katanya.

Dinamika bangsa terus bergulir untuk melewatinya tak mudah dilakukan. Butuh modal semangat dan patuh pada norma-norma serta keimanan dan ketakwaan pada Tuhan supaya semua harapan baik bakal terwujud.

"Setinggi apa pangkat istri di tempat kerja tapi ketika sudah di rumah harus hormati pada suami sebagai seorang imam rumah tangga," tegasnya.

Sekarang ini, Indonesia sedang masuk dalam tahun politik. Sikapi proses Pilkada tentu saja Dharma Pertiwi nyatakan tegas bukanlah organisasi politik.

"Jangan berbuat politik praktis yang mengatasnamakan organisasi. Dharma Wanita netral dari tingkat daerah sampai kepengurusan pusat," ungkapnya. 

Baca: Pelni Sediakan 25 ribu Lebih Tiket Mudik Gratis, Catat Tujuan dan Tanggalnya

Maka tidak heran, komplek perumahan di TNI Polri steril dari kegiatan politik praktis. Tiada satu pun sampai sekarang terpasang baliho, spanduk, bendera yang beraroma politik pilkada.

"Fasilitas yang dimiliki Dharma Pertiwi tidak boleh digunakan dalam kontestansi politik demi jaga netralitas," ujar Wiwid.

Dia pun menambahkan, bagi setiap anggota Dharma Pertiwi yang punya hak pilih dalam pilkada gunakan sebaik-baiknya memilih pemimpin yang kredibel dan berintegritas.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved