Hadapi Pilkada Kaltim, Ini Sikap Anggota Dharma Pertiwi
sebagai seorang istri prajurit perlu adaptasi pada zaman millenial. Tantangan semakin kompleks
Penulis: Budi Susilo | Editor: Januar Alamijaya
"Ibu-ibu Dharma Pertiwi menjadi tonggak untuk proses regenerasi kepemimpinan Kaltim," tegasnya.
Ditambahkan, Pangdam IV Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, saat berpidato pun mengingatkan kembali, setiap wanita yang ada dalam Dharma Pertiwi memiliki hak memilih dan dipilih karena itu jaga sikap.
Baca: Jalani Sidang Cerai, Nicky Tirta dan Istri Saling Hapus Foto di Instagram
Suami para anggota Dharma Pertiwi adalah TNI Polri karena itu harus bisa menepatkan diri, jaga kehormatan dan dukung profesionalisme suami dalam bertugas di tubuh TNI Polri.
"Jangan terlalu dekat dengan paslon pilkada. Jangan sampai dukung mendukung ke paslon pilkada, harus bisa jaga netralitas," tegas Subiyanto
Dharma Pertiwi merupakan wadah organisasi para istri TNI Polri. sejarahnya, organisasi ini ditelurkan pada tanggal 6 Maret 1972. Organisi pimpinan ini terdiri dari 5 organisasi istri TNI Polri, yakni Persit Kartika, Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardya Garini, Bhayangkari, dan IKKH.
Ulang tahun kali ini, yang ke 54 tahun, Dharma Pertiwi mengangkat tema bertekat mengedepankan kepedulian sosial, pendidikan anggota yang berkualitas serta kesejahteraan keluarga prajurit guna menciptakan ketahanan keluarga sebagai landasan ketahanan bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ulang-tahun-dharma-pertiwi_20180419_120011.jpg)