Hari Pertama UNBK SMP/Mts di Tarakan, 1 Murid Dijemput Guru ke Rumahnya

Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan MTs diikuti sebanyak 3.387 siswa

Hari Pertama UNBK SMP/Mts di Tarakan, 1 Murid Dijemput Guru ke Rumahnya
Tribun Kaltim/Junisah
Siswa SMPN 4 sedang mengikuti UNBK di hari pertama, Senin (23/4/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO - Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan MTs diikuti sebanyak 3.387 siswa dari 24 sekolah negeri dan swasta di Kota Tarakan Provinsi Kaltara, Senin (23/4/2018).

Di UNBK ini ada dua sekolah swasta yang masih menumpang di sekolah lain.

Dua sekolah swasta yang menumpang ini masing-masing MTs DDI dan SMP Citra Bangsa. Untuk MTs DDI menumpang  di SMAN 2 dan SMP Citra Bangsa di SMPN 8. Kedua sekolah ini masih menumpang, karena masih kekurangan komputer.

Baca: Jelang Pengumuman Juara, Berikut 6 Fakta Perjalanan Maria Vs Abdul Selama di Indonesian Idol 2018

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Tajuddin Noor mengatakan, meksipun dua sekolah ini masih menumpang, namun pelaksanaan UNBK di hari pertama berjalan lancar.

“Semua berjalan lancar, walaupun tadi ada satu siswa SMPN 4 yang tidak masuk karena miskomunikasi. Jadi di kartu ujian siswa yang bersangkutan masuk ujian di jam kedua. Padahal di jadwal sekolah siswa yang bersangkutan harusnya masuk jam pertama,” ucapnya.

Melihat hal ini,guru langsung jemput siswa bersangkutan. Tapi karena sudah telat satu jam, akhirnya siswa bersangkutan diikuti jam kedua dengan menggunakan komputer cadangan yang ada di dalam ruangan.

“Tapi untuk besok siswa bersangkutan harus masuk di jam pertama,” katanya.

Baca: Ratusan Driver Gojek di Balikpapan Demo di Kantor Dishub, Ini Permintaan Mereka Kepada Pemkot

Saat ditanya tentang jaringan internet, diakui Tajuddin, pihaknya mendapatkan informasi dari Jakarta, bahwa ada gangguan internet di beberapa titik, termasuk di Kota Tarakan. Meskipun terjadi gangguan, namun para siswa tetap dapat mengerjakan soal ujian dengan lancar dan aman.

“Walaupun ada gangguan,  karena di komputer ada tulisannya offline, siswa tetap dapat mengikuti UNBK. Hal ini dikarenakan kita memiliki server yang dapat menyimpan soal-soal ujian, sehingga tidak ada masalah. Mungkin nanti yang agak sulit itu mengirimkan soal jawaban ujiannya saja,” ujarnya.

Baca: MoU BPJS Kesehatan-Pemprov Kaltara, 100 Persen Penduduk Bakal Terdaftar JKN tahun Ini

Dalam UNBK ini ada pengawas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan SMP yang ikut melakukan pengawasan UNBK tingkat SMP/MTs di Kota Tarakan. Ali Wibawa, salah satu staf pengawasan SMP mengaku, ia melihat sejauh ini pelaksanaan UNBK berjalan lancar tanpa ada hambatan. “Saya lihat berjalan lancar,” katanya.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help