Transaksi Non Tunai Dapat Menghindari Korupsi Kecil-kecilan

Kartu GPN ini berupa kartu debit berlogo Garuda Merah. GPN ini salah satu bentuk Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)

Penulis: Junisah | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Junisah
Asisten Direktur Analis Senior Divisi Pengembangan GPN Departemen Elektronifikasi dan GPN, BI, Novi Cahyono (kiri) usai menjadi pembicara di Seminar GPN di Kantor BI Perwakilan Kaltara, Selasa (24/4/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO - Awal Mei Bank Indonesia dan seluruh perbankan di Indonesia akan bersama-sama meluncurkan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Jakarta.

Kartu GPN ini berupa kartu debit berlogo Garuda Merah.  GPN ini salah satu bentuk Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dikampanyekan BI.

Baca: Voting Pilpres Versi Fadli Zon, Hasilnya Prabowo Menang Telak Atas Jokowi

Asisten Direktur Analis Senior Divisi Pengembangan GPN Departemen Elektronifikasi dan GPN, BI, Novi Cahyono mengungkapkan, melakukan transaksi dengan menggunakan kartu GPN atau non tunai manfaatnya lebih besar daripada tunai.

“Kalau non tunai itu dapat menghindari korupsi kecil-kecilan. Coba kalau belanja pakai tunai misalnya kembalian Rp 100, bisa saja dikembalikan dengan menggunakan permen. Selain itu juga transaksi yang dilakukan akurat dan tercatat,” ucapnya, Selasa (24/4/2018) usai Seminar GPN di Kantor BI Perwakilan Provinsi Kaltara di Jalan Mulawarman.  

Novi mengatakan, implementasi penggunaan kartu GPN telah dilakukan awal Desember tahun 2017 dan diberlakukan 1 Januari tahun 2018. Pihaknya menargetkan 1 Januari tahun 2022 masyarakat di Indonesia telah memiliki kartu GPN.  

Baca: ‎Bawaslu Kaltim dan Sentra Gakkumdu Evaluasi Temuan Pelanggaran Pilkada

Untuk implementasi penggunana kartu GPN di seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Kaltara, kata Novi, akan dilakukan secara bertahap tergantung dengan kesiapan perbankan di masing-masing daerah.

Namun diharapkan saat peluncuran kartu GPN awal Mei di Jakarta di Provinsi Kaltara dapat mengimplementasikan kartu GPN

“Karena nanti kita berharap pada saat peluncuran kartu GPN di Jakarta di setiap daerah itu mengkampanyekan kartu GPN. Mungkin bisa memberikan diskon besar bagi masyarakat yang  menggunakan kartu GPN. Tapi nanti ini tergantung dari mekanisme bank di daaerah,” ujarnya.

Novi mengungkapkan, untuk mendorong penggunaan kartu GPN di masyarakat, tentunya harus ada dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pelaku usaha.

Apabila hal ini didukung pihaknya optimis banyak masyarakat melakukan transaksi dengan menggunakan kartu GPN.

Baca: Voting Pilpres Versi Fadli Zon, Hasilnya Prabowo Menang Telak Atas Jokowi

“Kalau pemerintah daerah dan pemerintah provinsi mendukung gerakan non tunai, kita optimis masyarakat di Kaltara kedepan akan menggunakan kartu GPN . Misalnya saja pembayaran retribusi pajak menggunakan non tunai,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved