Gereja di Surabaya Dibom
Update Tragedi Bom Surabaya, Korban Tewas jadi 10 Orang dan 41 Lainnya Terluka
Ledakan di sejumlah gereja itu disebut terjadi saat Muspida Jatim sedang menggelar acara istighotsah dan doa bersama
TRIBUNKALTIM.CO - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, korban tewas akibat ledakan yang terjadi di tiga gereja di Surabaya kini menjadi 10 orang.
Hal tersebut merupakan perkembangan yang disampaikan Frans terkait kejadian ini, Minggu (13/5/2018), sampai dengan pukul 12.30 WIB.
Jumlah korban luka pun bertambah menjadi 41 orang.
"3 korban meninggal sudah teridentifikasi, sementara 7 masih di lokasi kejadian," kata Frans, Minggu.
Baca: Beredar Rekaman CCTV Detik-detik Sebelum Ledakan di Gereja Santa Maria Surabaya

Baca: Diduga Seorang Pelaku Bom Masih Berkeliaran di Surabaya, Laporkan Jika Melihatnya
Ledakan di sejumlah gereja itu disebut terjadi saat Muspida Jatim sedang menggelar acara istighotsah dan doa bersama di halaman Markas Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya.
Acara yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-72 sekaligus doa bersama untuk Pilkada Jatim agar berjalan lancar dan damai.
Baca: Ratusan Warga Bubuhkan Tanda Tangan Lawan Teorisme di Lapangan Merdeka
Selain dihadiri Gubernur Jatim, Soekarwo, acara tersebut juga dihadiri Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arip Rahman, serta puluhan ulama se-Jawa Timur.
Karena adanya kejadian itu, ketiga pejabat masing-masing Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan Gubernur Jatim langsung meninjau lokasi kejadian dan ke RSU dr Soetomo Surabaya.
Baca: Tiga Gereja di Surabaya Dibom, Kepulan Asap Terlihat di Gereja Jalan Diponegoro
Sebelumnya, ledakan terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.
Ledakan pertama terjadi di Gereja Maria Tak Tercela, yaitu pada sekitar pukul 07.30 WIB.
Adapun dua ledakan lain, berjeda masing-masing 5 menit setelah ledakan pertama. (*)