Kasihan, Sudah Bolak-balik ke Makassar Nasib Jemaah dan Mitra ABU Tour Asal Kaltim Belum Jelas

Pasalnya, pihak AT tak hadir dalam rapat ketiga, yang beragendakan pembahasan perdamaian antara AT dan calon jemaah.

Kasihan, Sudah Bolak-balik ke Makassar Nasib Jemaah dan Mitra ABU Tour Asal Kaltim Belum Jelas
Istimewa
Para jamaah dan agen ABU Tour memadati ruang sidang di PN Makasar 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Calon jemaah umrah PT ABU Tours (AT) harus kecewa.

Pasalnya, pihak AT tak hadir dalam rapat ketiga, yang beragendakan pembahasan perdamaian antara AT dan calon jemaah yang batal diberangkatkan.

Rapat tersebut sedianya digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (17/5/2018).

"Pihak AT tidak ada yang datang. Dan mereka belum membuat proposal perdamaian," kata Sumiyati, Koordinator Jamaah AT Samarinda, Jumat (18/5/2018).

Baca: Persiba Masih Bertahan dengan 4 Poin, Berikut Klasemen Sementara Liga 2 Wilayah Timur

Ketidakhadiran perwakilan AT ini membuat calon jamaah terpaksa menunggu hingga jadwal rapat berikutnya, yang diagendakan 21 Mei ini.

"Iya, saya ini standby di Makasar sampai selesai tanggal 21. Jadi, saya harus berhemat," ujar Sumiyati.

Sumiyati dan sejumlah jamaah dan mitra AT khawatir, PN Makasar akan menyatakan AT pailit.

Baca: Jibom Polda Jatim Ledakkan Benda yang Diduga Bom di Pintu Tol Sidoarjo

Sehingga, tak bisa melaksanakan kewajibannya mengembalikan uang jemaah yang batal diberangkatkan.

"Secara undang-undang, kata hakim ketua, dengan tidak hadirnya pihak debitur bisa dianggap pailit," ungkap Sumiyati.

Namun, kata Sumiyati, semua jemaah, agen dan mitra AT tidak terima jika AT dinyatakan pailit.

Baca: BREAKING NEWS - Benda Diduga Bom Ditemukan di Loket Gerbang Tol Sidoarjo

"Bahkan seorang pengacaranya (AT) mengundurkan diri dan hanya memberi tahu hakim anggota lewat telepon saja," ujar Sumiyati.

Sumiyati menuturkan, dukungan kepada jamaah dan agen AT datang dari Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Mereka (PKPU) kemarin berjanji mau menemui Abu Hamzah langsung ke Polda untuk mendesak pihaknya agar segera membuat proposal perdamaian," kata Sumiyati.

Mengenai dikembalikan atau tidaknya uang jemaah, menurut Sumiyati akan diketahui di rapat 21 Mei ini, dengan agenda sidang permusyawaratan majelis hakim. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved