PPDB SD Terapkan Sistem Online, Murid SD di Bontang tak Bisa Curi Umur

Untuk kali pertama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bontang berbasis online.

PPDB SD Terapkan Sistem Online, Murid SD di Bontang tak Bisa Curi Umur
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
Pelajar dan orangtuanya melihat hasil PPDB online. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Untuk kali pertama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bontang berbasis online. Formulir pendaftaraan calon murid akan diisi melalui sistem oleh operator sekolah.

"Tidak isi formulir manual lagi. Langsung di sistem yang tersedia," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Achmad Suharto didampingi Kepala Seksi Kurikulum Badi Rismanto, saat ditemui belum lama ini

Menurutnya, sistem PPDB online, sangat efektif meminimalisir praktik kecurangan selama proses penerimaan murid. Belajar dari tahun sebelumnya, masih ada laporan dari masyarakat adanya praktik curang dilakukan oknum sekolah, misalnya penambahan umur.

Baca: Sekwan dan 4 Staf DPRD Kota Balikpapan Diisukan Mundur, Ini Penjelasan Pimpinan DPRD

Calon murid yang belum genap 6 tahun dipastikan tak dapat kursi di SD. Melalui sistem ini pihak sekolah tak dapat memanipulasi umur, karena data calon murid menyesuaikan akta kelahiran. "Sudah tidak bisa karena akta sistem ini terintegrasi. Datanya harus sesuai dengan akte lahir," papar Badi.

Selain itu, melalui sistem ini proses penerimaan murid baru pun lebih ketat dan disiplin. Sebab, untuk tahun ini proses rekrutmen siswa bakal menyesuaikan zonasi wilayah. Misalnya, calon murid yang tinggal di Bontang Utara lebih diprioritaskan untuk mendaftar di sekolah sesuai tempat tinggal mereka.

Kebijakan afirmasi ini, dikecualikan bagi orangtua murid yang mengajar di sekolah setempat. "Sistem ini objektif, transparan, akuntabilitas, dan tidak diskriminatif selama proses PPDB berlangsung," kata dia.

Baca: Bagi-bagi Takjil, Bonek Borneo Bentangkan Spanduk Kecam Aksi Pemboman di Kota Pahlawan

Dijelaskan, teknis penerimaan tingkat SD ini akan dibuka selama sepekan, mulai 25 Juni hingga 29 Juni mendatang. Orangtua murid diwajibakan membawa berkas seperti Akta Lahir dan Kartu Menuju Sehat (KMS). Petugas sekolah nantinya bakal menginput data mereka ke dalam sistem sebagai pendaftar murid baru.

Sistem secara otomatis akan memilah calon murid yang lolos dan tidak. Pengumuman akan dilakukan pada 30 Juni esoknya. Pun demikian, dari 30 sekolah SD di Bontang 7 sekolah belum melaksanakan program ini karena keterbatasan akses internet, seperti di kawasan pesisir dan pulau-pulau.

Baca: Tahun Ini PPDB Tingkat SMP di Balikpapan Terapkan Sistem Zonasi, Ini Perbedaan Dibanding Kemarin

Tujuh sekolah tersebut diantaranya, SDN 004, SDN 007, SDN 014, SDN 015, SDN 016 Bontang Selatan, SDN 011 Bontang Utara, serta SDN 003 Bontang Barat. "Ada beberapa sekolah yang belum karena tidak ada akses internetnya, seperti di Melahing dan Bontang Lestari," pungkasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help